Yesaya Merasi Resmi Jadi Bupati Boven Digoel

Posted on

luk_yesYesaya Anggap Yusak Penting Dalam Karir dan Hidup

Jayapura, The Boven Digoel Post — Setelah hampir 1 tahun berlarut-larut, akhirnya Yesaya Merasi, SIP, Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel secara resmi dilantik  menjadi Bupati Boven Digoel oleh Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP,MH dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Boven Digoel, yang digelar di Sasana Krida Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Jumat (13/6) kemarin.

Pelantikan yang berlangsung dengan lancar ini, dihadiri Sekda Papua, TEA Hery Dosinaen, SIP, MH, Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Titto Karnavian, Phd bersama Muspida Provinsi Papua, DPRP, juga unsur Muspida Plus Kabupaten Boven Digoel, KPUD Kabupaten Boven Digoel, pimpinan SKPD di Provinsi Papua dan Kabupaten Boven Digoel bersama masyarakat.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, SH mengatakan sejak diberhentikannya Yusak Yaluwo sebagai bupati berdasarkan Keputusan Mendagri RI No 131.91-4539 Tahun 2013 10 Juni 2013 karena tersandung tindak pidana korupsi yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka hal ini secara tidak langsung berpengaruh pada keberlangsungan roda pemerintahan di daerah tersebut, selama kurang lebih 11 bulan sejak ditahan dan tidak bisa lagi melaksanakan tugasnya.“Wakil Bupati Yesaya Merasi dalam kurun waktu itu, tidak dapat berbuat berbuat banyak dan bekerja secara efektif dalam meneruskan dan menjalankan roda pemerintahan karena kedudukannya sebagai wakil bupati dan memiliki kewenangan terbatas dalam mengambil keputusan dan kebijakan yang berkaitan dengan tugas pemerintahan di daerah itu,” kata gubernur.

Untuk itu, sesuai dengan amanat Undang-Undang 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah serta perubahannya pada Pasal 35 ayat 1 menegaskan apabila kepala daerah diberhentikan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memperoleh keuatan hukum tetap, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 Ayat 2 Pasal 31 ayat 2 dan Pasal 32 ayat 7, maka jabatan kepala daerah diganti wakil kepala daerah sampai berakhir masa jabatan dan proses pelaksanaannya dilakukan berdasarkan keputusan rapat paripurna DPRD dan disahkan oleh Presiden.

Lebih lanjut, kekosongan jabatan Bupati Boven Digoel yang selama ini terjadi seharusnya sudah dituntaskan pimpinan provinsi sebelumnya dan tidak terkesan dibiarkan begitu saja karena ini sudah terjadi berlarut-larut.

“Saya tahu, berbagai elemen dan kelompok masyarakat dan adat menyuarakan untuk diselesaikan, cukup panjang prosesnya. Mestinya, aturan selama 6 bulan sejak diberhentikan Mendagri, maka kekosongan jabatan bupati harus terisi, namun kenyataannya sudah melebihi bahkan hampir satu tahun terjadi kevakuman kepemimpinan di daerah itu,” katanya.

Untuk itu, ujar Gubernur, dengan adanya sidang paripurna DPRD Boven Digoel beberapa waktu lalu, Gubernur mengusulkan kepada Presiden melalui Mendagri agar wakil bupati diangkat menjadi bupati untuk sisa masa jabatan 2014-2016.

“Saya tahu, yang mengikuti sidang hanya enam orang, tapi proses mekanisme sudah terjadi. Jadi, silahkan yang mau menggugat ke Mendagri, bukan ke gubernur,” tandasnya.

Upaya itu, jelas Gubernur, berhasil dan disetujui pemerintah pusat dengan ditetapkannya Keputusan Mendagri Nomor 131.91-1725 tahun 2014 tanggal 4 Juni 2014 tentang pengesahan dan pengangkatan wakil bupati menjadi Bupati Boven Digoel, sehingga melalui sidang paripurna istimewa ini, digelar pelantikan bupati menjadi bupati definitif.

Gubernur menegaskan pelantikan wakil bupati menjadi bupati definitif ini, diharapkan mengakhiri kemelut-kemelut dan pertentangan yang selama ini terjadi di jajaran birokrasi Boven Digoel dan berbagai kelompok masyarakat yang ada di sana. “Ini harus diakhiri, karena sudah selesai, sudah final dan sah,” katanya.

Dengan pelantikan ini, Gubernur mengatakan Bupati Yesaya Merasi sudah memiliki kewenangan penuh untuk memimpin dan mengkoordinir seluruh penyelenggara roda pemerintahan,pembangunan dan pembinaan masyarakat di Boven Digoel.

Gubernur meminta Bupati Yesaya Merasi untuk menjaga kewibawaan pemerintah Kabupaten Boven Digoel, dengan merangkul semua SKPD dan stakeholder lainnya dalam membangun hubungan kerja sama dan koordinasi kerja yang lebih baik dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan guna memajukan kesejahteraan hidup rakyat dan pembangunan sesuai misi gubernur dan wakil gubernur yaitu Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera.

“Saya minta kepada bupati dan seluruh SKPD harus kerja keras. Rakyat kita masih miskin dan tertinggal terutama orang-orang asli Papua. Kelola APBD dengan baik untuk dimanfaatkan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Boven Digoel,” tandasnya.

Gubernur menegaskan kepada Bupati agar sebelum Desember 2014, agar APBD harus sudah disahkan.  Selain itu, Gubernur mengingatkan kepada DPRD Boven Digoel agar sebelum Desember APBD Induk 2015 sudah disahkan.

“Ya,  kalau tidak kita akan potong 80 persen dari dana Otonomi Khusus (Otsus). Jadi, pemotongannya 25 persen kalau ada yang terlambat pada Desember atau dibawa masuk ke Januari 2015,” tegasnya.

Bahkan, Gubernur juga mengingatkan seluruh pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Papua untuk juga segera melakukan pengesahan APBD Induk pada Desember 2014. Gubernur mengharapkan semua pihak yang berkepentigan dalam masalah yang selama ini terjadi di birokrasi Boven Digoel agar dapat menerima keputusan pemerintah Provinsi Papua maupun pemerintah pusat untuk menetapkan dan mengesahkan wakil bupati menjadi bupati yang sah dan definitf.

“Seluruh masyarakat, aparatur pemerintah, aparat keamanan TNI/Polri dan seluruh komponen agar bekerjasama dan mendukung kepemimpinan bupati Yesaya Merasi, agar semua tugas-tugas pemerintahan yang diemban dapat dilaksanakan dengan baik demi kesejahteraan hidup masyarakat dan kemajuan pembangunan di daerah itu,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Gubernur secara khusus meminta Bupati untuk menjaga dan mampu mengendalikan situasi keamanan dan ketertiban di daerah agar tetap aman, kondusif dalam rangka mendukung tugas-tugas pemerintahan, pembangunan di Boven Digoel terutama dalam pelaksanaan Pilpres 9 Juli mendatang.

Selain itu, memperhatikan investasi yang masuk yang dikeluarkan pemerintahan sebelumnya, agar mampu menggerakan investasi untuk pertumbuhan ekonomi di daerah ini.

“Kalau ada yang belum diselesaikan, tolong diselesaikan, kalau ada yang sudah mendapat ijin diteruskan dan kerja keras untuk memulai investasi dalam rangka pertumbuhan ekonomi di Papua,” katanya.

Gubernur juga mengingatkan agar posisi wakil bupati harus segera diisi,  tidak boleh lebih dari 18 bulan, sehingga bupati harus berkoordinasi dengan DPRD Boven Digoel agar kekosongan jabatan wakil bupati terisi.

Gubernur berharap sebelum Oktober 2014, sudah ada pengusulan wakil bupati sesuai prosedur dan mekanisme partai pemenang dengan mengusulkan 2 nama ke DPRD lalu memilih salah satu.

“Jadi, saudara ketua DPRD, segera koordinasi dengan saudara Yusak Yaluwo di Sukamiskin Bandung, untuk mengusulkan calon wakil bupati, karena beliau masih Ketua DPC Partai Demokrat  di sana,” tandasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Boven Digoel, Ayub Santi mengaku siap untuk menjalankan perintah Gubernur Papua tersebut.  “Intinya, kami siap untuk menjalankan perintah itu,” katanya.

Ayub Santi menambahkan permasalahan di tingkat internal DPRD  Kabupaten Boven Digoel, sebelumnya memang ada, namun kini telah selesai, sehingga mereka siap melakukan perintah Gubernur untuk melanjutkan pemerintahan Boven Digoel.

Setelah, resmi dilantik menjadi Bupati Kabupaten Boven Digoel, Yesaya Merasi,SIP langsung mempersiapkan sejumlah agenda terdekat untuk membenahi roda pemerintahan Boven Diogel menjadi lebih baik.

Kepada wartawan, Yesasa mengaku  siap menjalankan  amanah undang-undang untuk menyelesaikan pekerjaan sebagai kepala daerah dan memberikan yang terbaik di sisa waktu jabatan yang hanya menyisakan waktu 2 tahun kepemimpinan.

Dikatakannya, ada pekerjaan besar yang menanti dirinya saat kembali ke Boven Digoel nanti. Hal pertama yang akan dilakukan adalah melakukan reformasi birokrasi. Hal ini dianggap penting untuk mempercepat roda pelaksanaan pembangunan yang diakui sempat tersendat.

“Dalam dua tahun tersisa saya ingin melakukan reformasi birokrasi lebih dulu. Saya ingin menata dan perkuat semua jenjang yang ada dan saya akan berikan arahan tentang pemantapan program yang sudah disusun untuk dilaksanakan. Ini harus kami laksanakan agar semua langsung bergerak sesuai tupoksinya,” kata Bupati Merasi di Kantor Gubernur.

Menurutnya bila agenda pertama tadi sudah berjalan baik maka ia menginginkan seluruh SKPD berpikir dan mencurahkan ide konstruktifnya  untuk menjawab persoalan infrastruktur khususnya jalan maupun perumahan dan  peningkatan perekonomian rakyat.

Ketika masih menjabat sebagai wakil bupati, ia tak memiliki kewenangan penuh untuk  menjalankan  buah pikiran ini, namun dengan kepercayaan dan tanggungjawab yang diemban sebagai bupati, Yesaya menginginkan pemerintahan dan pembangunan di Boven Digoel bisa lebih terpacu.

“Kami ingin fokus diantaranya infrastruktur khususnya jalan dan perumahan. Dalam rapat ini kami ingin selesaikan masalah jalan dulu selain itu masyarakat juga ingin agar mereka memiliki rumah yang baik, listrik dan jalan untuk memasarkan hasil perkebunan mereka ke kota guna meningkatkan perekonomian mereka,” katanya.

Selain infrastruktur, lanjut bupati, yang hendak diperjuangkan lainnya adalah bagaimana  kesejahteraan masyarakat kampung bisa terdongkrak. Upaya ini akan dikawal oleh pemerintah namun pelakunya tetap masyarakat sendiri. Masyarakat harus bangkit dan terus memperbaiki hidupnya.

Terkait hal ini, dirinya meminta secara khusus agar seluruh SKPD bisa memberi perhatian serius terhadap perekonomian masyarakat yang ada di kampung. SKPD harus mampu menjabarkan program yang sudah disusun. Antara lain, Pemerintah berencana akan memprogramkan bantuan usaha ke kampung-kampung.

Bila tahun–tahun sebelumnya pemerintah hanya memberikan anggaran Rp 500 juta tiap distrik maka dua tahun terakhir Pemkab akan menaikkan anggaran bantuan usaha menjadi Rp 750 juta tiap kampung guna mengubah dan mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat kampung sendiri.

“Kami melihat ada masyarakat yang memang bersungguh-sungguh berusaha namun terbentur biaya sehingga 2 tahun ini saya coba mendorong agar ada peningkatan perekonomian di kampung-kampung,” katanya.

Bupati juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe yang telah membantu Kabupaten Boven Digoel dengan dana Otonomi Khusus (Otsus). Bila tahun sebelumnya pihaknya hanya diberikan Rp 60 miliar, maka kali ini Boven Digoel diberi kenaikan menjadi Rp 100 miiar lebih. Anggaran ini menurut bupati akan langsung diprogramkan dan diberikan ke tiap SKPD yang berada di lapangan untuk segera action. “Tapi tentunya semua di bawah pengawasan kami,” kata Yesaya.

Namun dari semua niat besarnya ini, Yesaya kembali melihat proses dirinya bisa duduk menjadi Bupati. Secara gamblang ia mengatakan bahwa statusnya saat ini tak lepas dari andil besar mantan Bupati Boven Digoel, Yusak Yaluwo. Yusak menjadi satu sosok yang sangat penting dalam karir bahkan dalam hidupnya.

“Bagi saya ia orang terpenting dalam hidup saya dan saya begini karena beliau, saya tidak mungkin melupakan apa yang sudah ia berikan buat saya dan harus saya akui jika banyak hal yang sudah dibuat untuk pemerintahan Boven Digoel,” tegasnya.

Disinggung soal pembangunan di Boven Digoel yang dikabarkan sempat mandeg dan minim pembangunan, Yesaya  membantah hal tersebut.  “Kalau dibilang tidak ada pembangunan saya pastikan semua pembangunan sudah jalan, hanya tinggal fungsi kontrol saja yang belum. Kalau ada yang bilang tidak jalan itu mungkin orang belum pernah sampai ke Boven Digoel sehingga muncul asumsi seperti itu,” ujarnya.

Begitu juga mengenai kasus korupsi,  kabupaten yang menjadi definitif pada tahun 2002 ini, tidak bisa serta merta dianggap menjadi kabupaten yang rentan terjadi kasus korupsi. Pasalnya yang bisa menyatakan adanya kasus korupsi adalah pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), selama tak ada statemen resmi maka tak tepat jika menganggap Boven Digoel menjadi kabupaten yang sering bermasalah dengan kasus tersebut.

“Saya pikir tidak bisa langsung menyatakan seperti itu. Ada instansi yakni BPK yang pantas memberikan pernyataan. Kalau dilontarkan masyarakat tanpa dasar ya ini yang biasa mengacaukan dan menimbulkan isu sana sini sehingga nama aparat pemerintah ikut dicemarkan di mata publik,” tangkis Yesaya.

Di akhir pernyataannya, Bupati Yesaya juga mengajak masyarakat untuk bisa bersama-sama ikut membangun daerah, tidak mencari kesalahan pihak lain yang akhirnya hanya menimbulkan kerugian untuk banyak pihak. Masyarakat Boven Digoel harus lebih bijak dan arif  dalam menyikapi isu ataupun informasi.

Yesaya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang seharusnya bisa menyaksikan pelantikan ini namun dengan alasan menghormati suasana duka yang masih menyelimuti daerah akhirnya proses pelantikan dilaksanakan ke Jayapura.

“Keinginan kami memang dilantik di sana (Boven Digoel) karena ada kerinduan masyarakat untuk menyasikan langsung, namun dari hasil komunikasi setelah kami dipanggil oleh Gubernur dan kami sampaikan bahwa kondisi di Boven Digoel masih berduka karena kami kehilangan salah satu putra terbaik sehingga tempat pelantikan diubah. Jadi sekali lagi saya sampaikan permohonan maaf kepada masyarakat di sana,” pungkasnya.***

________________@SKH Cenderawasih Pos Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s