Pemprov akan Kirim Tim Untuk Tangani Masalah di Boven Digoel

Posted on Updated on

lawan_korupsiJayapura, Bodipost : Roda Pemerintahan di Kabupaten Boven Digoel yang hingga kini tidak berjalan baik, membuat Pemerintah Provinsi Papua dalam waktu dekat mengirimkan sebuah tim untuk menangani masalah tersebut.
Kepada wartawan di Hotel Sahid Papua, Sekda provinsi Papua TEA. Herry Dosinaen, S.I.P., mengatakan ia telah membentuk tim untuk segera menuntaskan masalah tersebut.

“Kita sudah bentuk tim untuk turun ke Boven Digoel, sekarang masalahnya adalah di DPRD-nya, sampai saat ini DPRD belum menggelar sidang untuk menetapkan Wakil Bupati sebagai Bupati definitif,” terangnya.

Menurut Herry, pihak DPRD sebagai perwakilan rakyat harus lebih aktif segera menggelar sidang pengangkatan Wakil Bupati Yesaya Merasih, menjadi Bupati tetap Boven Digoel, dan juga untuk menggelar pemilihan wakil bupati baru.

“Harusnya DPRD lebih pro aktif untuk menggelar sidang istimewa untuk juga memilih dua orang yang diusung oleh partai pengusung untuk menggantikan wakil bupati, karena wakil bupati harus ditetapkan menjadi bupati definitif,” cetus Sekda.

Diluar hal tersebut, Sekda mengaku dari Gubernur Papua telah mengirimkans sebuah radio gram kepada Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dan DPRD agar lebih berinisiatif menyelesaikan masalah yang terjadi di kabupaten tersebut.

Kevakuman kursi Bupati Boven Digoel sendiri terjadi karena Bupati Boven Digoel terpilih Yusak Yaluwo telah diberhentikan oleh Menteri Dalam negeri karena yang bersangkutan sejak Maret 2010 ditetapkan sebagai tersangka terkait perannya sebagai Bupati Boven Digoel dalam penggunaan keuangan daerah setempat sejak 2005 sampai 2007. Ia juga terseret kasus dugaan korupsi dana otonomi khusus (otsus) untuk Kabupaten Boven Digoel yang mencapai Rp. 130 miliar.

Hanya lima bulan setelah ditetapkan sebagai tersangka korupsi, Yusak memenangi Pilkada Boven Digoel. Yusak diduga tetap menjalankan roda pemerintahan kabupaten di balik jeruji besi LP Cipinang, Jakarta Timur.

Setahun kemudian, Maret 2011, Ketua DPC Partai Demokrat itu dilantik menjadi Bupati Boven Digoel periode 2011-2016. Sesaat setelah dilantik ia langsung dinonaktifkan Mendagri karena status hukumnya meningkat menjadi terdakwa.

Pelantikan dan penonaktifan tersebut berlangsung hanya dalam kurun waktu satu hari. Namun, ia kembali diaktifkan sebagai Bupati Boven Digoel karena pengajuan bandingnya dikabulkan. Pada Oktober 2011, upaya pengajuan kasasi Yusak ditolak Mahkamah Agung (MA), sehingga vonis hukuman penjara selama lima tahun kepadanya harus tetap dijalankan. (ds/bom/lo1)

__Koran BintangPapua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s