Pelantikan Ayub Santi Sebagai Ketua DPRD Boven Digoel Menuai Protes

Posted on Updated on

Dominikus: Ini Sangat Bertentangan dengan UU Otsus yang Diterapkan Selama Ini

DominikusMerauke, Bintang Papua : Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Dapil 10 Merauke-Boven Digoel, Dominikus Amote, memprotes keras pelantikan Ayub Santi sebagai Ketua DPRD Kabupaten Boven Digoel. Mewakili masyarakat asli Boven Digoel, Dominikus mengklaim bahwa pelantikan Ketua DPRD Boven Digoel yang baru, yang mana berasal dari partai Demokrat itu sangat bertentangan dengan UU Otonomi khusus (Otsus) mengingat Ayub Santi bukanlah orang asli Papua.

“Sebagai Anggota MRP dan pengurus kultur orang Papua, kami menegaskan bahwa pelantikan saudara Ayub Santi sebagai Ketua DPRD sangat bertentangan dengan UU Otsus. Seharusnya jabatan Ketua DPRD Boven Digoel itu orang asli Papua, orang Boven Digoel. Tetapi kenapa yang dilantik justru orang luar Papua,”  ungkapnya kepada Bintang Papua di Hotel Flora Merauke, Sabtu (26/10/2013) lalu.

Karena alasan bertentangan dengan Otsus, masyarakat Boven Digoel yang aspirasinya disampaikan kepada Dominikus ini, menegaskan penolakan atas pelantikan Ayub Santi sebagai Ketua DPRD Boven Digoel.

“Berbagai upaya sudah kami lakukan. Bahkan dua hari sebelum pelantikan kami sudah sempat lakukan pertemuan untuk kontrak politik. Namun kontrak politik ini ditolak. Yang mirisnya sebelum pelantikan salah satu tokoh masyarakat diamankan di ruang tahanan Polres Boven Digoel supaya tidak mengganggu proses pelantikan pada hari H. Ini kami sangat tidak terima,” bebernya.

Menurut Dominikus yang juga sebagai Tokoh Masyarakat Boven Digoel, ada beberapa putra asli Papua yang duduk di kursi rakyat DPRD Boven Digoel. Namun yang menjadi pertanyaan besar, mengapa harus orang luar yang ditunjuk sebagai Ketua DPRD.
“Mengapa saudara-saudara kita itu tidak diberdayakan, harus orang lain. Ada apa ini? Kalau soal kemampuan dan integritas, mereka juga punya hanya tidak dikasih kesempatan,” katanya dengan nada heran.

Ia menduga pelantikan ini sarat dengan konspirasi karena tidak terlepas dari intervensi mantan Bupati Boven Digoel Yusak Yaluwo yang saat ini tengah mendekam di Lembaga Permasyarakatan Sukamiskin, Bandung karena kasus korupsi APBD. Menurutnya, meski sudah cacat hukum namun Yusak Yaluwo masih punya peran terhadap dinastinya di Boven Digoel.
“Bukan soal pemerintahan saja yang digerakkan, tapi politik pun dia (Yusak) masih berperan. Mungkin karena dia mengganggap masih punya uang banyak jadi masih berkuasa,” ucapnya posisi Yusak sebagai Ketua DPC Partai Demokrat harus segera ditanggalkan.

“Ini agar dia tidak leluasa terhadap percaturan politik di Boven Digoel”.

Selanjutnya Dominikus bersama masyarakat Boven Digoel tidak akan tinggal diam soal pelantikan Ketua DPRD yang tidak sesuai amanat UU Otsus ini. Mereka akan terus berupaya agar hak-hak orang asli Papua dikembalikan.

“Orang Papua harus jadi tuan di negerinya sendiri. Begitupun dengan jabatan Ketua DPRD, Bupati dan Wakil Bupati di Boven Digoel. Dan kami tidak akan berhenti sampai disini,” tandasnya.***

_Bintang Papua

2 thoughts on “Pelantikan Ayub Santi Sebagai Ketua DPRD Boven Digoel Menuai Protes

    bodipost responded:
    30 Januari, 2014 pukul 4:59 am

    Makanya, waktu Yusak Yaluwo masih berkuasa, politik sukuisme sangat dominan. Semua kebijakan anti Suku Muyu dijalankan dan Bapa Amote salah satu pentolannya. Ternyata semua itu merupakan strategi Orang pendatang untuk kuasai Boven Digoel. Tapi semua orang patut bersyukur karena bapa Amote dan Yusak Yaluwo sudah sadar akan hal ini.

      otis said:
      2 Maret, 2014 pukul 4:12 pm

      Wahai Domin Amote, Anda jangan jadi penjilat politik,tetapi harus menjadi pemain politik agar dapat berperan di daerah boven digoel dan menjadi pimpinan yang dapat berguna bagi orang lain. Kami butuh orang yang dapat membangun boven digoel bukan orang yang suka kritik dan pasif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s