Video : Di Balik Frekuensi

Posted on Updated on

Terbatas sebagai sumber daya dan memiliki nilai yang sangat berharga, tanah, air dan udara, dikuasai negara dan sebesar-besarnya digunakan untuk kepentingan rakyat.

Sayangnya di Indonesia, frekuensi publik sebagai kekayaan udara yang jarang dibicarakan, dieksploitasi sedemikian rupa oleh para pemilik media – khususnya televisi, dan digunakan sebesarnya untuk kepentingan ekonomi dan politik mereka sendiri tanpa memikirkan kepentingan publik. Inikah ‘Captivated state’? ‘Captured state’? Sungguhkah negara sudah terbeli?

Sebuah teaser video untuk dokumenter ‘DI BALIK FREKUENSI’ yang berkisah tentang cerita dibalik frekuensi publik di Indonesia melalui kisah Luviana (jurnalis Metro TV yang di-PHK kan) dan Hari Suwandi serta Harto Wiyono – dua orang pejalan kaki korban lumpur Lapindo yang mencari keadilan dan dicover banyak media di Indonesia.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s