SBY Sudah Tangkap Isyarat Perlawanan Anas

Posted on Updated on

sbyJakarta : Pengamat politik dari Akbar Tanjung Institute, Alfan Alfian menilai, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah menangkap isyarat perlawanan yang disiratkan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam pidato pengunduruan dirinya.

“Saya yakin SBY dan kubu Cikeas sudah menangkap sinyal-sinyal itu, sehingga mereka harus sangat hati-hati dalam memberikan respon,” katanya katanya dalam Seminar Dies Natalis PB HMI ke-66 yang bertajuk “Upaya Strategis Bersama Mencegah Terjadinya Negara Gagal” di Aula Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Minggu (24/2).

Menurut Alfan, jika SBY dan kubu Cikeas tidak berhati-hati merespon, keadaan politik nasional akan semakin memburuk.”Tentu saja ini akan menimbulkan dampak yang tidak baik dari aktivitas politik nasional, yaitu akan tambah gaduh nantinya,” katanya.

Namun, dia masih belum melihat kekuatan gerakan-gerakan anti-SBY tersebut hingga terkonsolidasi dengan baik.”Saya masih belum melihat sejauh itu. Kalau sekadar saling bertukar pikiran, saling memberikan informasi otomatis sudah terjadi,” katanya.

Dia berpendapat, kelompok-kelompok anti-SBY akan merapat dan memberikan komunikasi yang lebih rapi. “Ini masih halaman pertama, mungkin membutuhkan halaman-halaman berikutnya dari perlawanan politik,” katanya.

Alfan menyebutkan dampak terburuk dari drama politik Partai Demokrat tersebut akan berpengaruh pada pemerintahan hingga masa akhir jabatan. “Isu-isu terkait pemerintahan SBY-Boediono akan terus dipersoalkan, misalnya kasus Bank Century,” katanya.

Dia juga menilai polemik internal Partai Demokrat tersebut tidak akan berdampak banyak terhadap elektabilitas dan perolehan suara pada Pemilu 2014. “Kalau drama politik Partai Demokrat terus bergulir, tidak akan berpengaruh banyak saya kira meski awalnya adalah untuk penyelamatan partai,” katanya.

Anas Urbaningrum mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat dengan menyatakan sebagai pilihan etis setelah ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK pada Jumat (22/2) petang menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi proyek pembangunan pusat olahraga di Hambalang, Bogor. KPK menjerat Anas Urbaningrum dengan pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.***

_SuaraPembaruan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s