Forum Independen Mahasiswa/i Boven Digoel Se-Jayapura Tolak Keberadaan HMPBD

Posted on Updated on

Jayapura, BodiPost – Forum Independen Mahasiswa/i Boven Digoel (FIM-BD) Se-Jayapura menyatakan menolak keberadaan Himpunan Mahasiswa Pelajar Boven Digoel (HMPBD) Se-Jayapura. Melalui mosi tidak percaya yang dikeluarkan FIM-BD Se-Jayapura di Jayapura, Senin (29/10) kemarin, HMPBD dinyatakan dibekukan mulai tanggal 30 Oktober 2012.

Mosi tidak percaya terhadap HMPBD terpaksa dikeluarkan karena Badan Pengurus HMPBD Periode 2011-2013 dinilai tidak memihak Mahasiswa/i Asli Boven Digoel dalam pembagian Bantuan Studi (BS). Pengurus HMPBD terbukti memihak Tim yang dibentuk Pemkab Boven Digoel dan bersama Polisi dari jajaran Polda Papua, Polresta Jayapura dan Polsekta Abepura melakukan teror terhadap Mahasiswa/i Boven Digoel saat pembagian BS di Museum Budaya Expo Waena, Minggu (28/10).

Selain itu, Ketua HMPBD juga dinilai bersikap arogan dan secara nyata memihak Tim Pemkab Boven Digoel membatasi hak Mahasiswa/i untuk mendapatkan BS. “Sikap dan tindakan saudara Ketua HMPBD (Emanuel Wombonggo) yang tidak berpihak terhadap kepentingan Mahasiswa/i Boven Digoel Se-Jayapura,” bunyi salah satu poin alasan Mosi Tidak Percaya yang dikeluarkan FIM-BD.

Ketua HMPBD juga dinilai selama masa kepemimpinannya telah mengambil kebijakan sepihak berdasarkan bisikan kelompok-kelompok parasit di Jayapura sehingga menyeleweng dari AD/ART Organisasi HMPDB.

Mahasiswa/i Boven Digoel Se-Jayapura yang tergabung dalam FIM-BD Se-Jayapura akhirnya menyatakan membekukan Kepengurusan HMPBD Periode 2011-2013 berlaku Tanggal 30 Oktober 2012 hingga dilakukannya Rapat Istimewa Luar Biasa Pergantian Kepengurusan HMPBD Se-Jayapura.

Sekedar diketahui, pembagian BS di Museum Budaya Expo Waena kemarin berlangsung ricuh karena intervensi Polisi dalam membela Pengurus HMPBD dan Tim Pemkab Boven Digoel yang membatasi hak menerima BS ratusan Mahasiswa/i Boven Digoel.

Atas permintaan Pengurus HMPBD dan Tim Pemkab Boven Digoel, pembagian BS akan dilanjutkan secara ketat di Mako Brimobda Papua Kotaraja hari ini, Selasa (30/10) dengan harapan Mahasiswa/i yang dananya dirampas tidak akan memprotes kejahatan ini.

Biaya sewa Tribun Mako Brimobda Papua dan jasa pengamanan berlapis oleh Intel Polda Papua, Polresta Jayapura, Polsekta Abepura dan Sat Brimobda Papua mencapai Rp. 125 Juta dan menurut rencana akan dibayar menggunakan dana BS.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s