Yusak Yaluwo Tulis Buku di Cipinang

Posted on Updated on

Jakarta, Bodipost – Banyak orang mempertanyakan penggunaan APBD Kabupaten Boven Digoel TA 2006, TA 2007, TA 2008, TA 2009, TA 2010, TA 2011 dan TA 2012 yang tidak tepat sasaran dan hampir sebagian besar habis dikorupsi. Apakah uang itu dipakai oleh Yusak Yaluwo seorang diri sehingga dia harus menanggung derita di balik terali besi? “Pertanyaan publik tantang hal ini akan terjawab dalam buku yang sedang digarap oleh Yusak Yaluwo di LP Cipinang,” kata sebuah sumber khusus Yusak Yaluwo di Jakarta, Selasa  (31/07) kemarin.

Buku yang sedang disusun itu antara lain akan memunculkan nama-nama pejabat yang menikmati tujuh kali APBD Boven Digoel tetapi saat ini masih leluasa berkeliaran tanpa tersentuh hukum. Mereka diantaranya para pemegang SKPD di Pemkab Boven Digoel dan Pemprov Papua, Polisi, Kejaksaan Tinggi Papua dan beberapa lembaga lain.

“Nama-nama para penikmat APBD Boven Digoel akan segera muncul ke publik dalam tahun 2012 atau tahun 2013, dalam buku yang ditulis Yusak,” jelas sumber pribadi Yusak Yaluwo. Sumber tersebut mengklaim, banyak pejabat akan kebakaran jenggot jika buku ini terbit.

“Ada perwira Polisi di Polda Papua yang terima suap, ada juga yang di Kejaksaan, ada orang Provinsi. Mereka ini turut menikmati APBD Boven Digoel hampir tujuh kali tahun anggaran tetapi tidak melindungi Yusak Yaluwo, bahkan terkesan memeras beliau demi kepentingan pribadi, tetapi akan tiba saatnya masyarakat tahu kedok mereka,” klaim sumber tadi.

Yusak Yaluwo dikabarkan terpaksa mengambil langkah yang cukup berani karena dia menyesal telah dikhianati oleh orang-orang yang seharusnya melindungi dia dengan kekuasaan yang mereka sandang.
“Pak Yusak terutama kecewa terhadap beberapa pemegang SKPD di Pemprov Papua yang sudah diberikan uang dalam jumnlah besar tetapi sekarang balik menyerang dia dan berusaha mengangkat Yesaya Merasi sebagai Bupati Defenitif,” pungkas sumber ini. (mn/thtor/nat).

3 thoughts on “Yusak Yaluwo Tulis Buku di Cipinang

    Abnerius said:
    23 Agustus, 2012 pukul 8:48 am

    Apa yang dilakukan yusak hanyalah membela diri, karena sebelum dia ditangkap kekeyaannya sudah sangat fantastis, apalagi kekayaannya di manado sangat fantastis

      Orbanus said:
      21 Januari, 2013 pukul 9:00 am

      Kesalahan sendiri dilimpahkan ke orang lain…Dasar Koruptor! Kekayaan yusak melalui istrinya sangatlah fantastis! dan sayangnya…. hukum di Indonesia benar2 memprihatinkan, lihat saja Yusak sekarang sudah bebas berkeliaran di Jakarta alias tahanan kota, makanya korupsi tetap merajalela.

    juven said:
    9 Juli, 2013 pukul 1:50 am

    yang berlalu biarkan berlalu, kita melihat ke depan dan mari membangun Boven Digoel dengan hati dan kasih yang tulus. untuk masyarakat jangan pilih partai demokrat lagi karena merupakan sarang koruptor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s