Beberkan Data Korupsi Rp 120 M, Sefnath Wattimena Terima Ancaman Pembunuhan

Posted on Updated on

Tanah Merah Digoel, Bodipost – Sefnath Wattimena, mantan Kepala BPKAD Kabupaten Boven Digoel yang beberapa waktu lalu membebarkan data korupsi Rp. 120 Milyar oleh Kepala BPKAD Boven Digoel RAH Kalalo kini tidak nyaman. Dia dan keluarganya sejak Minggu (15/07) kemarin menerima ancaman pembunuhan dari Yusak Yaluwo dari balik terali LP Cipinang. Yusak yang adalah Bupati Boven Digoel Non Aktif menghendaki kasus tersebut tidak diusut dan diproses sesuai hukum yang berlaku di negara ini.

Sumber Bodipost menyebutkan, ancaman tersebut diberikan karena apabila proses hukumnya bergulir maka hukuman Yusak Yaluwo akan bertambah. “Dia takut jadi tua di penjara, maka satu-satunya cara adalah ancaman pembunuhan terhadap Wattimena dan keluarganya supaya kasus ini tidak terbongkar,” terang sumber itu.

Sefnath Wattimena beberapa waktu lalu membeberkan kasus pencurian Rp. 120 Milyar oleh RAH Kalalo yang menjabat sebagai Kepala BPKAD Boven Digoel. Menurut Wattimena, Kalalo menggelapkan Rp. 120 Milyar dalam bulan Mei 2011 setelah dua bulan menjabat.

RAH Kalalo yang merasa dituduh kini sedang menyiapkan jurus baru untuk membela diri. Setelah menghilang dari publik, Dosen FISIP Universitas Cenderawasih itu akhirnya angkat bicara. Melalui orang kepercayaannya, dia mengaku hanya menjalankan perintah Yusak Yaluwo.

“Saya hanya jalankan perintah Pak Yusak Yaluwo dan Rp. 120 Milyar itu digunakan untuk mengurus keperluan beliau di penjara,” jelas anak buahnya mengutip Kalalo. RAH Kalalo juga menyatakan kesanggupannya dihadirkan sebagai saksi di hadapan hukum.

“Pak Kalalo sudah nyatakan siap jadi saksi jika lembaga penegak hukum serius tangani kasus ini, biar semuanya menjadi jelas dan beliau tidak disalahkan,” jelas anak buah Kalalo.

Saat ini roda pemerintahan dan pelayanan publik di kabupaten Boven Digoel macet total dan para pejabatnya sibuk memperkaya diri sendiri. Berbagai desakan masyarakat kepada pihak provinsi untuk memperbaiki pemerintahan Boven Digoel tidak pernah ditanggapi. Warga menilai, proses pembiaran sengaja dilakukan karena para penjahat administrasi di jajaran Pemprov Papua turut menikmati APBD Boven Digoel yang dirampok oleh koruptor.(mt/axb)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s