Akhirnya Kalalo Buka Mulut

Posted on Updated on

Tanah Merah Digoel, Bodipost – RAH Kalalo, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Boven Digoel yang menghilang sejak dugaan korupsi Rp. 120 Milyar dari Kas Daerah Boven Digoel diberitakan beberapa media massa akhirnya “muncul” dan buka mulut. Melalui seorang anak buahnya dia menjelaskan soal dugaan korupsi yang dialamatkan kepadanya. “Saya hanya jalankan perintah Pak Yusak Yaluwo dan Rp. 120 Milyar itu digunakan untuk mengurus keperluan beliau di penjara,” jelas anak buahnya mengutip Kalalo, Jumat (13/07) kemarin.

RAH Kalalo, dosen FISIP Universitas Cenderawasih Jayapura, Papua, juga dikabarkan telah menyatakan kesanggupannya untuk dihadirkan sebagai saksi dalam kasus ini. “Pak Kalalo sudah nyatakan siap jadi saksi jika lembaga penegak hukum serius tangani kasus ini, biar semuanya menjadi jelas dan beliau tidak disalahkan,” jelas anak buah Kalalo.

Sebagaimana diberitakan media massa beberapa waktu lalu, Kalalo diduga telah menggelapkan dana deposito sebesar Rp. 120 Miliar. Dugaan korupsi milyaran rupiah ini dilakukan oleh Kalalo setelah dua bulan menjabat sebagai kepala BPKAD Pemkab Boven Digoel pada Mei 2011 lalu.

Kasus pencurian ini terbongkar beberapa waktu lalu ketika mantan Kepala BPKAD Boven Digoel Sefnath Wattimena membeberkannya ke media massa.

“Saya serahkan jabatan kepala BKPAD lengkap dengan asetnya (dana) pada April 2011, dan dugaan korupsi Rp. 120 Miliar oleh Kalalo terungkap pada Mei 2011. Yang mana telah terjadi pencairan dana deposito Pemkab Boven Digoel oleh kepala BPKAD yang baru,” kata Sefnath Wattimena, mantan Kepala BPKAD Boven Digoel yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Tenaga Kerja Kabupaten Boven Digoel.

Roda pemerintahan dan pelayanan publik di Boven Digoel saat ini macet total akibat intervensi Bupati Non Aktif Yusak Yaluwo dari balik terali besi LP Cipinang. Akibat intervensi ini, APBD Boven Digoel TA 2011 dan TA 2012 tidak dirasakan oleh rakyat setempat. Plt Bupati Yesaya Merasi mengaku mendapat tekanan luar biasa dari Yusak Yaluwo. “Nyawa saya dan keluarga terancam juga, jadi mau apa,” ungkap Merasi penuh kekesalan.

Posisi Yusak Yaluwo di LP Cipinang tidak menjadi penghalang untuk berkuasa. Dengan didukung Partai Demokrat, Yusak Yaluwo tetap mengendalikan keuangan daerah secara leluasa dari balik LP Cipinang.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s