Kritisi Kinerja Pemkab, MRP Ancam Bubarkan Dewan Adat Daerah Boven Digoel

Posted on Updated on

Tanah Merah Digoel,  Bodipost – Sebuah langkah mundur dan kontra-produktif kini diambil secara tegas oleh Majelis Rakyat Papua (MPR). Lembaga kultural yang dikenal gigih membela kepentingan Orang Asli Papua itu dikabarkan akan membubarkan Dewan Adat Daerah Boven Digoel. Hal ini dikarenakan Dewan Adat Daerah Boven Digoel melakukan aksi protes dan mengkritisi jalannya pemerintahan Kabupaten Boven Digoel yang kacau-balau, sarat korupsi dan meminggirkan Orang Asli Papua Boven Digoel secara sistematis.

“Dewan Adat Daerah Boven Digoel terpaksa kita perjuangkan untuk harus dibubarkan, saya kesini membawa perintah resmi pimpinan MRP,” jelas Anggota MRP Pokja Adat, Dominikus K Amote di Tanah Merah, Kamis (05/07) kemarin. Amote juga menunjukkan surat perintah dari MRP kepada masyarakat Boven Digoel tetapi tidak mengizinkan mereka untuk foto-copy dan sebarluaskan.

Menurut Amote, pihaknya bersama DPRD Boven Digoel akan memperjuangkan pembubaran Dewan Adat Daerah Boven Digoel ke tingkat Provinsi, dimana mereka akan bertemu Gubernur dan DPR Papua secara khusus. Amote mengatakan, langkah MRP mendapat dukungan Plt. Bupati Yesaya Merasi dan Ketua DPRD Boven Digoel, Marselus Keroarerop. “Jadi masyarakat Boven Digoel harus dukung apa yang sudah didukung Pemerintah Kabupaten dan DPRD,” pinta Amote.

“Keputusan MRP tegas dan kami mendapat dukungan dari 4 suku besar di Boven Digoel, bahwa Dewan Adat Daerah Boven Digoel harus dibubarkan, lembaga itu dilarang di NKRI karena ideologinya bukan Pancasila,” tegas Amote.

Amote juga menghimbau agar kota Tanah Merah bebas dari demo yang mengkritisi pemerintah karena kota ini bersejarah. “Tanah Merah adalah kota sejarah bangsa Indonesia yang harus tetap dipertahankan dan tidak boleh dinodai oleh segala bentuk situasi politik yang merusak,” pinta dia.

Sebagaimana diketahui, Dewan Adat Daerah Boven Digoel bulan Juni lalu melakukan pemalangan Kantor Bupati dan sejumlah Kantor SKPD sebagai protes atas macetnya roda pemerintahan, matinya pelayanan publik dan maraknya korupsi yang mengakibatkan penderitaan rakyat setempat.

Aspirasi masyarakat Boven Digoel untuk mendapatkan Sekda Defenitif Boven Digoel di tangan Drs. Bonefasius Konotigop kini mandeg di Provinsi karena Yusak Yaluwo tidak menyetujui daftar nama calon Sekda yang diusulkan oleh Yesaya Merasi.

Yusak diduga telah menggunakan APBD Boven Digoel TA 2011 dan TA 2012 menyuap Kepala Biro Pemerintahan, Kepala Biro Kepegawaian dan beberapa SKPD terkait di Provinsi Papua dan menugaskan mereka menyumbat setiap upaya perbaikan pemerintahan Boven Digoel.

Sementara Yesaya Merasi tetap dengan setia menjalankan perintah Yusak Yaluwo, Bupati Non-Aktif di LP Cipinang walaupun Sekda Papua Constant Karma berkali-kali memberi teguran tegas kepada Merasi. Informasi yang didapat Blogsite ini, Merasi tidak bisa berbuat apa-apa karena mendapat ancaman pembunuhan dari Yusak Yaluwo.

Dewan Adat Daerah Boven Digoel dikabarkan belum menanggapi rencana pembubaran lembaga tersebut oleh MRP. “Tapi Dewan Adat Daerah Boven Digoel akan mempertanyakan hal itu langsung kepada Pimpinan MRP karena Dominikus K Amote mendapat rekomendasi dari lembaga ini untuk duduk sebagai anggota MRP Pokja Adat,” jelas sebuah sumber terpercaya. (mxm/mt)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s