Terdesak, Merasi Bentuk Kelompok Tandingan

Posted on Updated on

Tanah Merah, Bodipost – Plt. Bupati Boven Digoel, Yesaya Merasi dikabarkan telah membentuk kelompok khusus secara rahasia  yang akan membentengi dirinya dari tekanan masyarakat. Jika beberapa waktu lalu dia membentuk Tim Peduli Demokrasi Kebenaran dan Keadilan Kabupaten Boven Digoel yang dipimpin oleh Toenjes Swansen Maniagasi (kerabat dekatnya asal Serui)  yang tugasnya memperjuangkan penonaktifan Yusak Yaluwo dari jabatan Bupati secara permanen, Merasi kini berhasil memperalat tokoh masyarakat setempat dan menugaskan mereka untuk membubarkan Dewan Adat Daerah Boven Digoel. Mereka adalah Esebius Kambusu, Engelbertus Awunim dam Dominikus Amote.

Sumber terpercaya menyebutkan, Kelompok ini telah menandatangani sebuah pernyataan yang berlawanan dengan tuntutan masyarakat beberapa waktu lalu dalam rangka reformasi birokrasi dan penunjukkan Sekda Defenitif Kabupaten Boven Digoel.

“Merasi menugaskan mereka menolak demonstrasi reformasi birokrasi, membubarkan Dewan Adat Nusantara Boven Digoel dan menuntut agar Jabatan Sekda Defenitif harus ditentukan oleh Bupati Non Aktif Yusak Yaluwo,” jelas sebuah sumber terpercaya.

Menurut rencana, kelompok tandingan itu akan terbang ke Jayapura Jumat (06/07) besok dan menyerahkan Pernyataan Sikap mereka kepada Penjabat  Gubernur Papua dan beberapa pejabat terkait.

Roda pemerintahan Kabupaten Boven Digoel saat ini tidak berjalan baik akibat korupsi yang merajalela dan intervensi sistem pemerintahan dan keuangan daerah oleh Yusak Yaluwo dari balik terali besi LP Cipinang Jakarta. Beberapa waktu lalu Dewan Adat Nusantara Boven Digoel melakukan aksi pemalangan sejumlah Kantor SKPD dan meminta Plt. Bupati Boven Digoel Yesaya Merasi untuk mengusulkan Drs. Bonefasius Konotigop sebagai salah satu Calon Sekda defenitif.

Yesaya Merasi yang di hadapan Sekda  Papua Constant Karma berjanji akan mengusulkan tiga nama Calon Sekda Defenitif, diantaranya Drs. Bonefasius Konotigop, ternyata ingkar janji. Dia kemudian menghindar dan merekayasa berbagai kelompok untuk menuntut penonaktifan Yusak Yaluwo sebagai Bupati Boven Digoel. (mbd/mn/wt)

4 thoughts on “Terdesak, Merasi Bentuk Kelompok Tandingan

    nanda said:
    5 Juli, 2012 pukul 9:17 am

    Misi berkunjung..
    Hmmm… blog yang menarik.
    Postingannya juga bagus, berguna jg nih bwt nambah pengetahuan…
    ———————**************———————–
    Kunjungi juga BLOG saya : http://pelukiskata.blogdetik.com/index.php/2012/07/04/susu-terbaik-untuk-anak-indonesia/
    Visit too My Blog

    toenjes said:
    9 Juli, 2012 pukul 4:51 pm

    Intinya Koruptor harus semua ditangkap! Titik!

    nato said:
    13 Juli, 2012 pukul 2:54 pm

    Kapan akan ada penyelamat daerah ini. Sepertinya satu bulan berjalan belum juga ada kesepakatan tentang SEKDA devinitif di Kabupaten Boven Digoel. Ya mungkin karena semua mau jadi sekda k atau tidak orang yang mau jadi sekda di Kabupaten Boven Digoel ini.

    nato said:
    13 Juli, 2012 pukul 3:33 pm

    Akan ada kegagalan pengembangan pembangunan di Kabupaten Boven Digoel periode kedua tahun 2010 – 2015, jika pemerintah masa bakti ini tidak menyikapi permasalahan kekosongan kepemimpinan sekda devinitif ini diselesaikan dalam tahun ini. Kami harus menyampaikan ini berdasarkan pengalaman dimasa lampau bahwa, telah terjadi interfensi politik dalam roda birokrasi yang tinggi, itu semua terjadi karena memang harus terjadi di Kabupaten Boven Digoel ini. Pandangan tentang Demokrasi Rakyat sangatlah terbatas, maka timbul pengklaiman akan hak dan kewajiban pelaksanaan tugas dan fungsi di pemerintah Kabupaten Boven Digoel. Kami perlu menyampaikan hal sedemikiannya kepada publik akan pemahaman tersebut. Berbicara tentang kekosongan Jabatan Sekda dan Bupati yang sampai saat ini belum bisa melaksanakan fungsi, tugas dan tanggung jawabnya secara punuh sesuai janji kampanye di tahun 2010, maka kami meminta penjelasan KPK terhadap status Hukum akan penahanan Saudara Bupati Yusak Yaluwo.SH.M.Si yang sudah tiga tahun di tahan di KPK Jakarta. Kalau memang saudara tersebut tidak beralasan tetap akan tuduan korupsi dana APBD Kabupaten Boven Digoel, maka segera dibebaskan guna dapat melaksanakan fungsi, tugas dan tanggung jawabnya sebagai Bupati terpili periode kedua masa bakti 2010 – 2015 di Kabupaten Boven Digoel. Kami Masyarakat perbatasan antara negara RI – PNG dalam hal ini tentunya menjadi korban diskriminasi politik lokal yang mana program dan kebijakkan pengembangan pembangunan kawasan perbatasan terus diblok. Apa lagi dengan tidak adanya pemimpin Bupati di Kabupaten Boven Digoel, tentunya bahwa segala sesuatu baik yang telah dicanangkan dari Pusat,Provinsi dan Daerah dapat terhalangi, karena tidak ada penanggung jawab secara jelas sesuai dengan prosedur peraturan pemerintahan yang berlaku.
    Permintahan kami agar program BNPP yang telah diterjemakan juga oleh PEMDA Provinsi Papua dengan membentuk BU4P ini dapat sesunggunya menyentu kami, maka birokrasi pemerintahan di Kabupaten kami Boven Digoel juga segera ditata baik sesuai UU dan PP yang berlaku di NKRI. Boven Digoel adalah salah satu Kabupaten yang memiliki batas daratan lasung dengan negara tetangga PNG, yang sangat berpeluang luas dalam menginfestasi proteksi pengembangan daerah tersebut kepada dunia mancan negeri, maka kawasan perbatasan ini harus dijadikan Gerbang Batas sebagai Cermin Negara. “By. Nato”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s