Disinyalir Kepala BPKAD Boven Digoel “Tilep” Rp. 120 Miliar

Posted on Updated on

Jayapura, PasificPost.Com – Disinyalir Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, RAH Kalalo “tilep” atau korupsi dana deposito sebesar Rp. 120 Miliar. Dugaan korupsi milyaran rupiah ini dilakukan oleh RAH Kalalo setelah dua bulan menjabat sebagai kepala BPKAD Pemkab Boven Digoel pada Mei 2011 lalu.

Hal ini diungkap oleh mantan kepala BPKAD sebelumnya, Sefnath Wattimena kepada wartawan di Jayapura, Papua, Selasa. Wattimena menjelaskan dugaan korupsi Rp120 miliar oleh RAH Kalalo di BPKAD Pemkab Boven Digoel pada awal Mei 2011 lalu.

“Saya serahkan jabatan kepala BKPAD lengkap dengan asetnya (dana) pada April 2011, dan dugaan korupsi Rp120 miliar RAH Kalalo terungkap pada Mei 2011. Yang mana telah terjadi pencairan dana deposito Pemkab Boven Digoel oleh kepala BPKAD yang baru,” kata Wattimena yang saat ini menjabat sebagai kepala dinas kependudukan dan tenaga kerja Pemkab Bovern Digoel.

Sebelumnya, lanjut Wattimena, RAH Kalalo telah memalsukan status kepangkatan/golonganya untuk menjadi pejabat disalah satu kabupaten wilayah selatan Papua itu dari pangkat IIIC menjadi pangkat IVA, Sehingga pada 2007 lalu, RAH Kalalo dilantik sebagai kepala BAPPEDA Pemkab Boven Digoel.

“Nah sebelumnya RAH Kalalo telah memalsukan kepangkatan/golonganya untuk dapat jabatan di Pemkab Boven Digoel. Dan pada 2007 hasil temuan BPK RI di BAPPEDA Pemkab Boven Digoel terdapat kerugian negara sebesar Rp700 juta,” katanya.

Lebih lanjut, Wattimena menjelaskan sepak terjang RAH Kalalo ini ternyata mendapat perhatian dari masyarakat Boven Digoel, yang ingin mencari tahu status kepangkatan/golongan RAH Kalalo sebelum menjadi pejabat didaerah tersebut.

Keingintahuan masyarakat Boven Digoel inipun mendapat respon yang baik dari pemerintah pusat, sehingga pada 23 Mei 2011 lewat Inspektur Jenderal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI menjawab pengaduan masyarakat Boven Digoel.

Dengan surat bernomor 4032/H/RHS/U/2012 yang ditujukan kepada Rektor Universitas Cenderawasih dan gubernur Papua perihal pengaduan masyarakat tentang adanya indikasi kuat pemalsuan dokumen pangkat/golongan dari IIIC ke IVA dan kasus korupsi yang dilakukan oleh RAH Kalalo.

“RAH Kalalo telah memalsukan pangkat dan golonganya, buktinya daftar gaji per Juni 2012, pangkat dan golonganya masih IIIC, bukan IVA. Inikan namanya rancu. Sedangkan dalam Skep gubernur Papua pada April 2011 lalu, pangkat/golongan RAH Kalalo adalah IVA sebagai kepala BPKAD Pemkab Boven Digoel,” katanya.

Wattimena juga mengakui bahwa dia pernah diperiksa penyidik Polda Papua terkait tuduhan yang sama oleh RAH Kalalo. Sementara itu, RAH Kalalo tidak bisa konfrimasi Pasific Pos terkait tuduhan ini karena telepon selulernya tidak aktif.

Dari informasi yang didapatkan Pasific Pos, RAH Kalalo sebelumnya adalah salah satu dosen di Perguruan Tinggi terkemuka di Papua dengan pangkat/golongan III/C.

Kemudian pada 2007 dilantik sebagai kepala Bappeda Pemkab Boven Digoel, yang selanjutnya pada 15 April 2011 sesuai dengan surat keputusan Gubernur Papua yang saat itu masih dijabat oleh Barnabas Suebu, RAH Kalalo dilantik sebagai kepala BPKAD Pemkab Boven Digoel hingga sekarang dengan pangkat/golongan IV/A. (Laporan : Alvius – PasificPost.Com)

2 thoughts on “Disinyalir Kepala BPKAD Boven Digoel “Tilep” Rp. 120 Miliar

    […] Jakarta, Kamis (27/9/2012). Dalam aksinya, dia menuntut pihak yang berwenang menindaklanjuti temuan dugaan korupsi di Kabupaten Boven Digoel sebesar Rp. 120 Milyar. Bagaimana dengan Mahasiswa Asli Boven Digoel yang jumlahnya mencapai 2000-an? (Sumber : Foto […]

    […] langsung menyatakan seperti itu. Ada instansi yakni BPK yang pantas memberikan pernyataan. Kalau dilontarkan masyarakat tanpa dasar ya ini yang biasa mengacaukan dan menimbulkan isu sana sini sehingga nama aparat pemerintah ikut […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s