Kelompok YM Semakin Gencar Memperjuangkan Penonaktifan YY

Posted on Updated on

Jayapura, Bodipost – Upaya penonaktifan Yusak Yaluwo dari jabatan Bupati Boven Digoel secara permanen terus dilakukan oleh Yesaya Merasi dan kelompoknya. Sejak Merasi mengusulkan penonaktifan Yusak Yaluwo melalui Biro Pemerintahan Provinsi Papua beberapa waktu lalu, kini muncul sebuah kelompok baru yang secara tegas memperjuangkan penonaktifan Yusak Yaluwo. Kelompok tersebut adalah Tim Peduli Demokrasi Kebenaran dan Keadilan Kabupaten Boven Digoel yang dipimpin oleh Toenjes Swansen Maniagasi. Tim ini telah mengajukan permohonan kepada Mendagri Gamawan Fauzi agar meninjau kembali jabatan bupati Yusak Yaluwo.

Menurut Maniagasi, permohonan terhadap rekomendasi dukungan dan laporan sudah diajukan pihaknya kepada Mendagri pada Kamis( 28/6) lalu melalui sekertaris  Jenderal DPD RI,   DR. Ir.Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. Permohonan ini diserahkan kepada Siti Nurbaya karena dianggap tahu benar keadaan pemerintahan di Boven Digoel.

Maniagasi dalam Press Release-nya menyatakan, sesuai dengan pelaksanaan Undang undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, berikut keputusan Mahkamah Agung No. 704 K/ Pid.sus/2011  tanggal 10 Maret 2011 dengan melihat juga kondisi stabilitas Politik dan Pemerintahan Kabapaten Boven Digoel, maka Tim Peduli  Kabupaten Boven Digoel dalam penyampaiannya ke Mendagri melalui DPD RI Siti Nurbaya agar penyelenggaraan Pemerintahan baik, sehingga tidak timbul permasalahan ditingkat birokrasi dan pelayanan kemasyarakatan, maka perlu adanya Bupati dan wakil Bupati definitif yang dilantik oleh Mendagri.

Disebutkan, bahwa terjadinya pembiaran yang begitu tersistim rapih oleh DPRD Kabupaten Boven Digoel  terjadi  juga karena  Bupati Yusak Yaluwo pleno penetapan nama Wakil Bupati untuk diusulkan ke Pusat tidak dapat dilakukan pasca putusan Mahkamah Agung  tentang penolakan kasasi tersebut yang seharusnya  terjadi sepuluh hari sesudah keputusan ini, justrus malah dibiarkan h sampai saat ini  masuk tahun 2012.

“Tim Peduli Boven Digoel menilai,  pembiaran ini dinilai karena pada DPRD sendiri terjadi permasalahan yakni, tidak melalui pleno resmi, sehingga pantaslah mereka tidak memiliki kewenangan untuk pleno dimaksud selain interfensi Yusak Yaluwo mantan Bupati,”jelasnya.

Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri RI  Nomor 131.91-157 Tahun 2011 tentang pemberhentian sementara Bupati Boven Digoel Provinsi Papua, yang dikirimkan Tonjes Maniagasi kepada berbagai redaksi Media Massa, Jumat( 29/6) kemarin keputusan itu sesuai surat gubernur Papua nomor 131/581/SET tanggal 7 Maret 2011 perihal usul pemberhentian sementara Bupati Boven Digoel, pada poin b diterangkan, untuk memberikan kepastian hukum dan menjamin tetap lancarnya penyelenggaraan pemerintahan diKabupaten Boven Digoel, perlu memberhentikan sementara Bupati Boven Digoel masa jabatan 2010- 2015. Dan pada poin c yang menyatakan, berdasarkan pertimbangan dimaksud, menetapkan keputusan menteri Dalam Negeri tentang Pemberhentian sementara Bupati Boven Digoel Provinsi Papua.

Yusak Yaluwo yang kini mendekam di LP Cipinang Jakarta terbukti melakukan tindak pidana korupsi karena telah mengambil uang selisih dari pengadaan 1 unit kapal tanker LCT 180 (Kapal Wambon) dan menggunakan APBD Kabupaten Boven Digoel tahun anggaran 2006-2007 untuk kepentingan pribadi yang jumlahnya mencapai Rp. 66,7 Miliar.

Yusak ditahan oleh penyidik KPK dari tanggal 16 April 2010 hingga tanggal 5 Mei 2010 karena telah melanggar pasal 2 ayat 1 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001.

Pada Tanggal 19 Januari 2011, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Jakarta menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun kepada Yusak dan denda sebesar Rp 250 juta subsider 5 bulan kurungan.

Dia juga harus membayar uang pengganti sebesar Rp 37,2 Milyar atau harta kekayaannya akan dilelang atau pidana penjara selama 4 tahun. Yusak mengajukan banding tetapi pada tanggal 10 Mei 2011, Mahkamah Agung menolak permohonan banding yang dia ajukan. Dia kemuadian mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas kasusnya ke Mahkamah Agung dan kini sedang menunggu hasil.

Walaupun telah mendekam di balik terali besi dan berstatus Bupati Non-Aktif, Yusak tetap mengendalikan pemerintahan kabupaten Boven Digoel seperti biasa dengan menggunakan telepon seluler. Dia masih dengan leluasa mengatur keuangan dan akibatnya terjadi kebocoran APBD Boven Digoel Tahun Anggaran 2011 dan 2012 dalam jumlah besar. Kejahatan ini secara nyata melibatkan Yesaya Merasi sebagai Plt. Bupati Boven Digoel. (mAlEsUnG)

One thought on “Kelompok YM Semakin Gencar Memperjuangkan Penonaktifan YY

    […]  yang akan membentengi dirinya dari tekanan masyarakat. Jika beberapa waktu lalu dia membentuk Tim Peduli Demokrasi Kebenaran dan Keadilan Kabupaten Boven Digoel yang dipimpin oleh Toenjes Swansen Maniagasi (kerabat dekatnya asal Serui)  yang tugasnya […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s