Inginkan Sekda Defenitif, Ratusan Masyarakat Boven Digoel Demo

Posted on Updated on

Oleh : TabloidJubi.Com

Boven Digoel  — Ratusan Masyarakat Kabupaten Boven Digoel se-Nusantara, Senin (11/6) pagi melakukan demo damai Nusantara guna menuntut Pemerintah daerah setempat untuk segera mengangkat Sekretaris Daerah (Sekda) definitif sebagai bentuk reformasi birokrasi pemerintah.

Dari Pantauan Tabloidjubi.com, di Boven Digoel, Senin (11/6), ratusan massa mulai bergerak dengan berjalan kaki (long march) dari lapangan Trikora dengan tujuan utama Kantor Bupati di Jalan Trans Papua dengan membawa spanduk dan panflet bertuliskan “mosi tidak percaya kepada pemerintah Boven Digoel”, “turut berduka cita atas matinya birokrasi pemerintah Boven Digoel”, “Bapak Bonefasius Konotigop Sekda definitif bodi”, “KPK save of Boven Digoel cacing tanahpun ikut lapar”, “Jakarta save Boven Digoel”, dan “kembalikan hak sulung orang asli Boven Digoel”.

Koordinator Demo Damai Nusantara, Athan Nasius Koknak, dalam orasinya mengatakan, saat ini pemerintahan Kabupaten Boven Digoel dalam keadaan koleps. Hal ini dibuktikan dengan beberapa fakta, yakni hampir semua pejabat di daerah baik eselon II dan III adalah bukan pejabat definitif tetapi pelaksana tugas (plt).

Hal yang sama terjadi pada posisi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda), yang mana pejabat Sekda saat ini statusnya hanya sebagai pelaksana tugas bukan definitif, sehingga menambah kacau jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Boven Digoel.

“Untuk itu kami berfikir sudah saatnya ada revormasi birokrasi di pemerintahan Boven Digoel. Dan kami menginginkan Pemerintah Daerah Boven Digoel dalam hal ini Wakil Bupati Yesaya Merasi segera mengesahkan pejabat Sekda yang definitif yakni dari anak asli Boven Digoel,” katanya dengan tegas.

Hal senada dilontarkan Ketua Dewan Adat Maret Klaru, dimana dirinya meminta agar Wakil Bupati Boven Digoel Yesaya Merasi segera menandatangani surat yang diusulkan masyarakat adat Nusantara dalam hal mengangkat dan mengesahkan Bapak Binefasius Konotigop sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif menggantikan plt Sekda John Edward.

“Kami sebagai dewan adat Nusantara meminta Wakil Bupati untuk menandatangani surat ini dan segera meminta Pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini Penjabat Gubernur Papua untuk menyetujui permintaan kami. Dan agar tidak terjadi hal-hal penyelewengan dewan adat akan mengawal surat tersebut ke provinsi,” tandasnya.

Menurut dia, setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel periode 2010-2015 (Yusak Yaluwo-Yesaya Merasi) pada tanggal 7 Maret 2011 di Jakarta maka dilanjutkan dengan pelantikan eselon II yang sesungguhnya telah melangkahi prosedur mekanisme birokrasi dan telah terjadi pengabaian terhadap hak kesulungan putra-putri terbaik Indonesia asal Boven Digoel.

“Proses pelantikan pejabat eselon II yang dilakukan di Jakarta berbuntut panjang karena menyalahi dan menabrak aturan mekanisme birokrasi. Akibatnya kabinet hasil pelantikan tersebut berjalan pincang dan telah terjadi penyalahgunaan wewenang dan juga kebijakan serta keuangan daerah. Hal ini mengakibatkan tidak berjalannya pemerintah sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Dikatakannya, saat ini pemerintahan berjalan tanpa koordinasi antara SKPD, penggunaan dan pertanggungjawaban dana APBD tahun 2011 tidak berjalan sesuai mekanisme, penyusunan APBD 2012 berjalan terseok-seok karena ketidak kompakan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD).

“Akibat dari itu semua, APBD Boven Digoel 2012 mengalami difisit sebesar Rp100 miliar. Selain itu, upaya semua elemen masyarakat untuk mendukung jalannya roda pemerintahan yang normal dengan mengajukan bakal calon Sekda baik lisan dan tertulis kepada pemerintah daerah tidak pernah ditanggapi sehingga ada kesan daerah ini mau dibiarkan hancur berantakan,” jelasnya.

Menanggapi itu semua, tegas Maret Klaru, Dewan Adat Kabupaten Boven Digoel bersama seluruh komponen masyarakat se-Nusantara menginginkan adannya revormasi birokrasi di pemerintahan dan meminta agar pemerintah daerah segera menunjuk Sekretaris Daerah yang definitif yakni anak asli Boven Digoel.

“Sudah saatnya anak negeri angkat bicara. Semua itu bertujuan untuk membangunkan kesadaran pemerintah yang lagi tidur dan segera melihat kondisi dan realitas yang terjadi di masyarakat sebagai dampak dari ketidak profesionalan aparatur pemerintah dalam mengolah pemerintahan yang baik, juga sebagai bantuk ketidak percayaan rakyat kepada pemerintah daerah yang terkesan menganggap remeh semua persoalan yang terjadi. Semoga dengan pelaksanaan demo damai ini, akan melahirkan perubahan yang membawa dampak yang positif bagi seluruh komponen masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel Yesaya Merasi, mengatakan, pegusulan Sekda definitif sudah dilakukan pihaknya. Dimana Pemerintah Kabupaten Boven Digoel sudah mengusulkan tiga nama ke pemerintah provinsi dimana dari tiga nama itu termasuk Bapak Bonefasius Konotigop.

“Mengangkat Sekda definitif itu ada aturannya sehingga kami harus mengikuti peraturan tersebut. Agar semuanya dapat berjalan dengan baik, maka saya minta dewan adat bersama Pemerintah Boven Digoel bersama-sama mengawal surat yang sudah di ajukan ke provinsi. Memang sampai saat ini belum ada jawaban dari provinsi mengenai pengusulan tersebut, tapi mari kita kawal bersama dan saya sangat setuju jika jabatan Sekda definitif dijabat oleh anak asli Boven Digoel,” kata Yesaya Merasi dihadapan para pendemo.

Sekedar untuk diketahui sebelum melakukan unjuk rasa, puluhan masyarakat pada Minggu (10/6) malam, sekitar pukul 23.00 WIT, melakukan pemalangan seluruh kantor pemerintahan yang ada di Kabupaten Boven Digoel, diantaranya Kantor Bupati, DPRD, Bappeda, Keuangan, Dinas PU, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan lainnya. Pemalangan kantor-kantor dilakukan dengan mamaku sebatang kayu balok berukuran 5/10 di depan pintu masuk perkantoran.

Sementara mengenai pengamanan, Kapolres Kabupaten Boven Digoel, AKBP Jeremias Runtini kepada Tabloidjubi mengatakan, guna mengamankan jalannya demo dirinya menurunkan 200 personil aparat keamanan. (Jubi/Alex)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s