Ilaga, Sembilan Bulan Tanpa Pelayanan Publik

Posted on Updated on

Oleh : Alfonsa Wayap

Jayapura, SPP – Sekitar 550 PNS di Kabupaten Puncak,hingga kini masih tidak dapat melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Hal ini diakibatkan konflik Pemilukada Kabupaten Puncak yang terus berkepanjangan. “Hingga kini sudah sembilan bulan kami tidak dapat bekerja dengan tenang karena belum juga ada tanda-tanda penyelesaian konflik di sini,” kata koordinator Forum pegawai Negeri Sipil Peduli Kabupaten Puncak, Zakeus Wakerkwa,saat ditemui di Jayapura beberapa waktu lalu.

Belum adanya kepastian perdamaian diantara kedua kubu pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Puncak ElvisTabuni dan Simon Alom, Menyebabkan Kota Ilaga  Ibukota Kabupaten Puncak, kondisinya hingga kini masih cukup panas.

Untuk itu, Forum pegawai Negeri Sipil Peduli Kabupaten Puncak, di Jayapura, mempertanyakan sejauh mana dan kapan penyelesaiannya konflik ini berakhir, karena sebagai aparat pemerintahan mereka harus melayani masyarakatnya.

“Sepertinya ada indikasi pembiaran, itu terlihat dari lambannya penyelesaian dan masyarakat  yang menjadi korban,” lanjut Wakerwa. Untuk itu pihaknya meminta kepada pihak terkait dalam hal ini Penjabat Bupati Puncak dan Pemerintah Provinsi segera menjembataninya untuk  mendamaikan kedua kubu agar mereka dapat bekerja seperti semula.

Forum sempat mengundang Karateker Bupati Puncak James Willem Maniagasi untuk hadir dalam pertemuan tersebut, namun Penjabat Bupati tidak dapat menghadiri forum tersebut. Padahal  tujuan mereka adalah bagaimana supaya Pimpinan daerah dan seluruh SKPD duduk bersama untuk mencarai solusi perdamaian bagi kedua kubu tersebut. Wakerkwa mengatakan bahwa pihaknya sudah tiga kali mengundang Bupati, tetapi selalu tak dapat ditemui, karena alasan sibuk.

”Kami berbicara sebagai Pemerintah antara Pimpinan dan bawahan,yang dirasa semenjak dilantiknya Penjabat Bupati Puncak, 12 April lalu, belum ada kerjasama yang baik, makanya,kami mau supaya jelas penyelesaiannya dan kami kembali bekerja seperti biasa”tegasnya.

Sekretaris Forum, Aponi Kilungga mememinta kepada Gubernur Provinsi Papua untuk segera mungkin dan Jeli melihat  untuk mencari solusi akan persoalan konflik di Ilaga. “Masa di Tolikara, Pemilukada satu minggu saja bisa selesai. Lalu bagaimana dengan Ilaga? ”katanya. Sebab jika dibiarkan terus menerus, masyarakat yang dirugikan karena pembangunan berhenti, terutama bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi dan Infrastruktur.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s