IPWP Region Australia – Pasifik Diluncurkan

Posted on Updated on

Oleh : The Boven Digoel Post

Canbera, Australia, BodipostInternational Parliamentarian for West Papua (IPWP), sebuah kelompok anggota parlemen internasional untuk kampanye Papua Merdeka yang dibentuk di Inggris pada tahun 2008 lalu semakin melebarkan sayapnya untuk menggalang dukungan para anggota parlemen dari berbagai negara. Selasa (28/02) kemarin, IPWP Region Auatralia – Pasifik berhasil diluncurkan di Canbera, Australia. Inisiatornya adalah para senator dari Partai Hijau (Green Party), Richard Di Natale dan Bob Brown.

Hadir dalam peluncuran itu antara lain Ralph Regenvanu, MP mewakili Parlemen dan Rakyat Vanuatu, Chaterine Delahunty mewakili Parlemen dan Rakyat Selandia Baru. Beberapa pejuang Papua yang tampak hadir antara lain Jacob Rumbiak, Herman Wanggai, Rex Rumakiek, Paula Makabory dan Frans Uweng Kandam. Powes Parkop, MP, Gubernur National Capital District (NCD) yang adalah Ketua IPWP Papua Nugini tidak sempat hadir tetapi menyatakan akan mengorganisir kegiatan serupa di Papua Nugini dalam waktu dekat.

Richard Di Natale mengatakan, parlemen akan berupaya mendesak pemerintah Australia untuk menghentikan bantuan militer kepada Indonesia, menuntut pembebasan tahanan politik Papua serta mendesak Jakarta agar membuka akses internasional untuk investigasi di Papua. Selain itu dia akan berupaya membangun komunikasi tentang apa yang diinginkan oleh rakyat Papua, termasuk hak penentuan nasib sendiri.

Sehari sebelumnya, Senator Craig Emerson dari Partai Buruh Australia (Labor Party) melarang para anggota parlemen dari Partai Buruh untuk tidak mengikuti acara peluncuran IPWP, dengan alasan Partai Buruh sebagai Partai berkuasa mendukung kedaulatan Indonesia atas Papua dan “tidak boleh menari mengikuti irama Partai Hijau”, tetapi beberapa senator dari Partai Buruh, seperti Laurie Ferguson dari New South Wales, Melissa Parke Fremantle dan Claire Moore dari Queensland menyatakan akan tetap hadir.

Setelah peluncuran IPWP Region Australia-Pasifik, dilakukan Konferensi Pers bersama, dimpimpin oleh Richard Di Natalie bersama Ralph Regenvanu, MP dan Chatrine Delahunty serta Rex Rumakiek mewakili Papua Barat. Konferensi Pers dilakukan secara terbuka di depan wartawan-wartawan yang memadati ruangan. Dalam Konferensi Pers tersebut, delegasi tiap negara yang hadir masing-masing kembali mempertegas isu-isu yang akan diperjuangkan di tingkat Parlemen di masing-masing negara.

Ralph Regenvanu, MP secara khusus mengatakan, walaupun pemerintah Vanuatu saat ini telah dibayar oleh Indonesia untuk tidak mendukung perjuangan kemerdekaan Papua, tetapi segenap anggota parlemen dan rakyat Vanuatu tetap mendukung kemerdekaan Papua dan menjadi tugas anggota-anggota parlemen dan rakyat Vanuatu untuk melakukan protes terhadap pemerintah dan memperkuat dukungan bagi kemerdekaan Papua Barat kembali.

Benny Wenda Tidak Hadir

Benny Wenda, Sekjen Demmak dan Pelobi Papua Merdeka di Inggris yang tidak lain adalah pendiri IPWP tahun 2008 lalu, ternyata tidak hadir pada acara bergengsi ini. Dia hanya mengirim pesan yang dirilis melalui video langsung dari Kantor Fair Triala International, London, Inggris. Benny tidak hadir karena namanya telah masuk dalam DPO Polisi Internasional (Interpol). Masuknya nama Benny Wenda dalam DPO Interpol merupakan kerja keras pemerintah Indonesia yang berhasil mengkriminalisasikan perjuangan Benny Wenda secara khusus dan perjuangan rakyat Papua secara umum.

Rezim SBY yang kalang kabut menghadapi dukungan internasional terhadap kemerdekaan Papua akhirnya menuduh Benny Wenda terlibat penyerangan Polsek Abepura tahun 2000 lalu. Dengan tuduhan ini, SBY memakai jasa Interpol, sebuah lembaga Kepolisian Internasional yang bertugas membela berbagai rezim otoriter, untuk menangkap Benny Wenda dan memulangkannya ke Indonesia untuk menjalani hukuman. Tindakan Rezim  SBY ternyata mendapat tanggapan dari Kelompok Pendukung Gerakan Kemerdekaan Papua yang melakukan protes di KBRI London dan meminta SBY ditangkap dan diadili di Mahkamah Internasional atas kejahatannya terhadap rakyat Papua.***

One thought on “IPWP Region Australia – Pasifik Diluncurkan

    peramisia rezi said:
    17 Oktober, 2012 pukul 3:03 am

    Maaf sebelumnya tuan Benny, saya mau tanya.
    Apakah rencana pembentukan negara federal republik papua barat yg dibentuk dan mencalonkan forkorus jadi presiden skrg saat ini sudah minta dukungan atau rekomendasi dari anda dan teman2 diplomat luar negeri apa tdk? Karena rakyat papua saat ini byk yg menanyakan status negara federal papua kedepan.
    Kalau ada dukungan atau rekomendasi dr anda dan teman2 diplomat di luar negeri tolong kirim arsip dukungan ke kami biar rakyat papua tdk bingung.
    Terimakasih tuan Benny. Selamat berjuang kami mendukungmu lewat doa. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s