Tiga Nama Calon Sekda Boven Digoel Terlibat Penghancuran APBD

Posted on Updated on

Oleh : The Boven Digoel Post

Tanah Merah, Bodipost – Plt. Bupati Boven Digoel Yesaya Merasi mengusulkan tiga nama kepada Gubernur Provinsi Papua untuk digodok dan salah satu dari antara tiga nama itu dimunculkan sebagai Sekretaris Daerah Boven Digoel. Ketiga nama itu, yang sudah tidak asing di telinga masyarakat anti korupsi di Boven Digoel adalah Drs. Bonefasius Konotigop,  Rufus Burok, A.Ma.Pd, S.Sos dan  Dr. Titus Tambaip, M.Kes.

Drs. Bonefasius Konotigop adalah pengguna Anggaran pada Tahun Anggaran 2010 dengan posisi saat itu sebagai Plt. Sekretaris Daerah, Rufus Burok, A.Ma.Pd, S.Sos adalah pengguna Anggaran pada Tahun Anggaran 2005, 2006, 2007, 2008, 2009 dan 2010 dengan posisi saat itu sebagai Kepala Dinas Pendidikan, sedangkan Dr. Titus Tambaip, M.Kes, adalah pengguna Anggaran pada Tahun Anggaran 2005, 2006, 2007, 2008, 2009 dan 2010 dengan posisi saat itu sebagai Kepala Dinas Kesehatan.

Temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Papua menunjukkan, Kas di Bendahara Pengeluaran TA 2010 pada Sekretariat Daerah yang dibawahi oleh Drs. Bonefasius Konotigop belum dipertanggungjawabkan sebesar Rp. 7.438.925.915. Untuk Dinas Pendidikan yang dibawahi Rufus Burok, A.Ma.Pd, S.Sos, pada TA 2010 terdapat kekurangan volume pekerjaan Rehab Gedung Kantor SMP Negeri 1 Tanah Merah sebesar Rp. 17.332.500 dan Pembangunan Gedung SMP Negeri 2 Tanah Merah sebesar Rp. 19.789.000. Kedua nilai ini dianggap kecil, tetapi ada temuan lain untuk TA 2005, 2006, 2007, 2008 dan 2009 yang perlu ditelusuri lebih jauh.

Sedangkan Dr. Titus Tambaip, M.Kes pada TA 2010 diketahui menggelapkan dana Pembangunan Jalan Masuk Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel sebesar Rp. 78.633.100 dari total anggaran sebesar Rp. 786.600.000, dana Pembangunan Jalan Masuk Rumah Sakit Bergerak Mindiptana sebesar Rp. 335.310.000 dari total anggaran Rp. 2.079.522.600, dana Pekerjaan Pembangunan Landscape RSUD Boven Digoel di Tanah Merah sebesar Rp. 47.474.420 dari total anggaran sebesar Rp. 3.332.312.750, dan dana Pengadaan BBM Operasional sebesar Rp. 90.000.000 dari total anggaran sebesar Rp. 1.060.500.000.

Total dana sebesar Rp. 78.633.100 + Rp. 335.310.000 + Rp. 47.474.420 + Rp. 90.000.000 = Rp. 551.417.520 tersebut diselewengkan Tambaip bersama rekanannya di CV. SL, CV. AAM, CV. KIP dan CV. JI yang merupakan miliknya sendiri. Kejahatan Tambaip untuk TA 2005, 2006, 2007, 2008 dan 2009 perlu ditelusuri lebih jauh.

Yesaya Merasi terpaksa mengusulkan tiga nama tersebut karena posisi Sekda Boven Digoel yang sampai saat ini masih dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt), John Edward, SE, masa jabatannya akan berakhir April 2012. John Edward, SE, adalah salah satu penggunan Anggaran TA 2010 dalam posisinya sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah. Oleh masyarakat Boven Digoel, John Edward, SE juga dikenal luas sebagai koruptor.

Berbagai kalangan menilai, tindakan Yesaya Merasi merupakan strategi koruptor untuk tetap mempertahankan dominasi mereka di Boven Digoel dengan sokongan penuh dari para mafia di lingkaran provinsi Papua, diantaranya Sekda Provinsi Papua C. Karma dan Kepala Biro Tata Pemerintahan Provinsi Papua, Petrus Korowa.

Yesaya Merasi yang kalang kabut karena telah menyelewengkan sedikitnya Rp. 37 Milyar dari APBD Boven Digoel TA 2011, diantaranya dengan membeli banyak mobil untuk kepentingan menyuap para Anggota DPRD Boven Digoel agar segera memilih Wakil Bupati sehingga dia secara otomatis menduduki posisi Bupati Boven Digoel, akhirnya mengusulkan tiga nama calon Sekda yang terbukti berdasarkan audit BPK RI, adalah para pengguna anggaran yang terlibat penghancuran APBD Boven Digoel.

Sekedar diketahui, manajemen pemerintahan yang amburadul dan korupsi yang merajalela di Boven Digoel telah membangkitkan perlawanan masyarakat dan atas desakan mereka, Tim Investigasi Provinsi yang dipimpin Asisten III Setda Provinsi Papua, Drs. Waryoto telah mengunjungi Boven Digoel pada tanggal 13 Februari 2012 sampai dengan tanggal 19 Februari 2012.

Segera setelah Tim Investigasi bertolak ke Jayapura, Yesaya Merasi mengutus Asisten III, Dr. Titus Tambaip, M.Kes dan Plt. Sekda, John Edward, SE untuk membujuk Ketua Tim Investigasi, Drs. Waryoto, agar hasil investigasi tidak boleh merekomendasikan penyelesaian kasus-kasus korupsi di Boven Digoel.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s