Bandara Tanah Merah Dipalang Pemilik Tanah

Posted on Updated on

Oleh : Muineto Xavier Mawan

Tanah Merah Digoel,  Bodipost – Bandara Udara Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua, Selasa (10/01) kemarin sekitar pukul 10.00 WIT dipalang oleh sedikitnya 70-an warga pemilik ulayat. Pemalangan dilakukan karena para pemilik ulayat belum mendapat ganti rugi dari pihak pemerintah.

“Sejak Bandara tersebut dibuka pada jaman Belanda sampai saat ini belum pernah ada ganti rugi kepada pemilik ulayat. Para pemilik yang pernah meminta ganti rugi kepada pihak Pemkab Boven Digoel pada tahun 2011 merasa terus ditipu, maka jalan terakhir adalah dengan melakukan pemalangan,” jelas Makarius, tokoh Pemuda Boven Digoel.

Para pemilik ulayat meminta ganti rugi sebesar Rp. 150 Milyar dan memberi batas waktu selama tiga bulan. Jika tidak ada realisasi maka tanah yang sekarang menjadi Bandara akan dijual ke masyarakat umum untuk ditempati. Sampai berita ini ditulis, warga masih tetap melakukan pemalangan. Akibat pemalangan itu, aktivitas penerbangan reguler pesawat perintis lumpuh total.

Plh Bupati Boven Digoel, Yesaya Merasi ketika dikonfirmasi media ini melalui telepon seluler mengatakan, dirinya akan menyelesaikan masalah ini secepatnya. “Saya akan selesaikan secepatnya, sekarang saya masih liburan Natal dan Tahun Baru di luar Boven Digoel,” jawab Merasi.

Roda Pemerintahan Boven Digoel saat ini macet total. Korupsi Jilid II semakin merajalela, Plh Bupati dan para pemegang SKPD selalu tidak berada di tempat.

Fakta lainnya, Yusak Yaluwo, Bupati Boven Digoel non-aktif dari Partai Demokrat yang berstatus sebagai terpidana korupsi masih tetap dengan leluasa mengendalikan keuangan daerah dari LP Cipinang.

“Yusak masih leluasa merampok uang rakyat Boven Digoel yang motifnya pasti untuk mengganti Rp. 37 Milyar yang dibebankan ke pundaknya, sementara aparat penegak hukum seolah-olah tak berdaya, bahkan terkesan melakukan pembiaran,” jelas Makarius, tokoh Pemuda Boven Digoel.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s