Gila, Kader Partai Demokrat Ternyata Curi 547 Ribu Dompet

Posted on Updated on

Oleh : Muineto Xavier Mawan

Download Versi PDF

Tanah Merah Digoel, Bodipost – Kasus perampokan uang rakyat Boven Digoel sebesar Rp. 54,7 Milyar oleh Yusak Yaluwo, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Boven Digoel ternyata cukup ngeri untuk dibicarakan. Pasalnya, jika diambil Rp. 100.000 sebagai rata-rata jumlah uang dalam dompet masyarakat Boven Digoel, maka Yusak sebenarnya telah mencuri 547.000 dompet.

Dengan jumlah populasi Kabupaten Boven Digoel yang hanya sekitar 50.000 jiwa maka “dompet” yang dicuri oleh Yusak adalah sekitar 11 kali lipat. Jumlah “dompet” pasti akan bertambah beberapa kali lipat apabila kasus-kasus lain yang melibatkan Yusak terbongkar.

Tetapi, sekalipun uang yang dia rampok setara dengan 11 kali 547.000 dompet masyarakat Boven Digoel, Yusak, seperti banyak pejabat lainnya, masih bernasib baik karena dia bukan rakyat kecil.

“Seandainya Yusak itu seorang petani atau pengangguran, maka dia pasti akan masuk tahanan Polisi sebanyak 547.000 kali dan  bisa ditebak, dia akan dianiaya sampai babak belur,” kata Emanuel.

Manu, sapaan akrabnya, adalah seorang pemuda Boven Digoel yang beberapa kali dianiaya Polisi sampai babak belur karena dia tertangkap tangan mencuri dompet dan makanan. “Saya mencuri karena lapar, jika tidak begitu saya akan mati,” katanya polos.

Partai Demokrat, sebuah partai yang berkuasa saat ini di Indonesia kini telah menjadi benteng bagi para koruptor. Fakta membuktikan, para koruptor menjadikan partai tersebut sebagai tempat sembunyi.

Tidak heran, banyak koruptor dari berbagai kalangan, termasuk dari partai lain, belomba-lomba bergabung dengan Partai Demokrat hanya untuk mengamankan diri mereka dari jeratan hukum.

Contoh gamblang adalah Yusak Yaluwo sendiri. Dia awalnya adalah Ketua Partai PKPB di Boven Digoel. Dalam Pemilu 2004, Partai ini mendapat 4 kursi di DPRD Boven Digoel yang masing-masing diisi oleh Yusak Yaluwo sendiri, Ayub Santi, Sebastianus Kamim dan Analis Darean.

Setelah terpilih sebagai bupati pada tahun 2005 dengan cara-cara kotor, dia masih tetap menjabat sebagai Ketua DPC PKPB Boven Digoel. Dia baru membeli Partai Demokrat dan meloloskan diri menjadi Ketua DPC pada tahun 2008 setelah kasus korupsinya mulai terkuak.

“Dia membeli Partai Demokrat dari para pendiri partai ini di Boven Digoel hanya untuk mengamankan diri di bawah ketiak SBY setelah korupsinya mulai tercium di mana-mana,” jelas Makarius, tokoh pemuda di Boven Digoel.

Masyarakat Boven Digoel awalnya merasa gembira dengan penangkapan dan hukuman yang diberikan aparat penegak hukum kepada Yusak Yaluwo. Kegembiraan ini wajar karena dengan mencuri “dompet” mereka sebanyak 11 kali 547.000, Yusak telah membuat mereka menderita.

Sayangnya, kegembiraan masyarakat yang masuk kategori miskin ini ternyata tidak sejalan dengan apa yang menjadi keinginan Partai Demokrat. Partai Demokrat tetap melindungi Yusak Yaluwo dan memberikan dia akses yang sangat besar kedalam pemerintahan Boven Digoel dari balik terali besi.

Posisi bupati non-aktif dan terali besi yang kini menjadi “sangkar” tempat dia berlindung tidak menjadi penghalang bagi dirinya untuk berkuasa. Berkat dukungan dari beberapa pendiri Partai Demokrat, diantaranya Hengky Luntungan, Vence Rumangkang, Max Rompas dan Wagiu Kaunang, Yusak dipastikan tidak akan pernah dipecat dari Partai Demokrat.

Lukas Enembe sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Provinsi Papua pun tidak mengambil langkah tegas untuk memecat kadernya yang secara sadar dan terencana telah merampok uang rakyat Boven Digoel dalam jumlah besar.

Selain karena sama-sama “Alumni Manado”, sebuah sentimen kota studi yang dipupuk selama kuliah di Manado dan menjadi alasan untuk bagi-bagi kekuasaan di Papua saat ini, Lukas juga melindungi Yusak Yaluwo dengan harapan agar massa Yusak Yaluwo di Boven Digoel bisa menyumbang suara dalam Pemilihan Gubernur Papua 2011. Lukas secara resmi dicalonkan oleh Partai Demokrat.

Dalam perhitungan Lukas, suara yang diperoleh Yusak dengan cara-cara kotor dalam Pemilukada Boven Digoel 2010 tidak boleh lari ke calon lain dalam Pilgub Papua. Untuk itu, satu-satunya cara yang diambil adalah dengan mengamankan Yusak Yaluwo dengan segala cara, sekalipun dia sudah mencuri sekitar 11 kali 547.000 dompet.

“Dengan cara ini sebenarnya Lukas tidak peduli terhadap kami yang dikorbankan Yusak, dia hanya mau cari suara kami, dan ini bukti bahwa Partai Demokrat mendukung koruptor,” kata John, seorang tokoh pemuda Boven Digoel.

Luntungan Cs yang merupakan kerabat istri Yusak Yaluwo, Ester Lambey, juga dikabarkan turut memainkan peranan penting dalam menekan Lukas Enembe agar dia tidak boleh memecat Yusak Yaluwo. Bahkan, mereka dikabarkan memaksa Lukas Enembe untuk mengamankan Ester Lambey sebagai wakil bupati Boven Digoel mendampingi Yesaya Merasi.

Dengan kondisi seperti ini, maka lengkap sudah kejahatan mereka. Boven Digoel dikendalikan oleh para penjahat dari Manado dan “Alumni Manado” yang sama-sama bersarang di Partai Demokrat.***

5 thoughts on “Gila, Kader Partai Demokrat Ternyata Curi 547 Ribu Dompet

    […] dan “Alumni Manado” yang sama-sama bersarang di Partai Demokrat.*** _____________ Sumber : http://digoel.wordpress.com/2011/06/23/gila-kader-partai-demokrat-ternyata-curi-547-ribu-dompet/ Berita yan relevan : […]

    […] Yusak Yaluwo dan hukuman berat yang diberikan Pengadilan TIPIKOR kepada Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Boven Digoel itu ternyata tidak memutus mata rantai Korupsi di Boven Digoel. Orang-orang yang mengendalikan […]

    […] lainnya, Yusak Yaluwo, Bupati Boven Digoel non-aktif dari Partai Demokrat yang berstatus sebagai terpidana korupsi masih tetap dengan leluasa mengendalikan keuangan daerah […]

    […] dari balik terali besi sejak tahun 2011 karena mereka sama-sama alumni Manado dan sudah bertekad membesarkan Partai  Demokrat menggunakan uang rakyat,” jelas seorang Staf Pemkab Boven […]

    […] dari balik terali besi sejak tahun 2011 karena mereka sama-sama alumni Manado dan sudah bertekad membesarkan Partai  Demokrat menggunakan uang rakyat,” jelas seorang Staf Pemkab Boven […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s