Pleidoi Ditolak, Yusak Yaluwo Menangis

Posted on Updated on

Oleh : Muineto Xavier Mawan

Jakarta, Bodipost – Mantan Bupati Boven Digoel periode 2005-2010, Yusak Yaluwo, SH, M.Si, Selasa (26/10) kemarin menangis di Pengadilan TIPIKOR karena Pleidoi (Surat Pembelaan) yang ia bacakan dimana  meminta agar dirinya dibebaskan dari seluruh tuntutan Jaksa ditolak mentah-mentah oleh Majelis Hakim. Bersama Yusak, para pendukungnya yang kebanyakan berasal dari Manado juga ikut menangis.

Sidang kemarin digelar untuk memastikan agar Yusak Yaluwo mengembalikan uang sebesar Rp. 65,2 Milyar dari total Rp. 66,7 Milyar milik rakyat Boven Digoel yang dia rampok secara bertahap sejak tahun 2005. Sebelumnya, penyidik telah merampas Rp. 1,35 Milyar dari tangan Yusak.

Yusak juga mengeluhkan besarnya uang pengganti kerugian negara sebesar Rp. 65,4 Milyar yang dituntut oleh JPU Pengadilan TIPIKOR. Dia mengaku stres dengan tuntutan JPU karena menurutnya dia tidak pernah korupsi, melainkan telah membantu mahasiswa, masyarakat, berbagai lembaga keagamaan dan pembangunan infrastruktur.

“Saya stres yang mulia, dari mana saya harus mengembalikan uang itu. Saya sudah bangun Asrama Mahasiswa di seluruh Indonesia, saya sudah kasih ke Mahasiswa Boven Digoel yang studi S2 dan S3 diluar negeri, saya sudah kasih ke Mesjid, saya sudah kasih ke masyarakat, saya sudah bangun jalan beraspal kualitas nomor 1 yang menghubungkan semua distrik dengan Ibu Kota kabupaten. Darimana saya ganti uang yang dituntut jaksa,” ujar Yusak sambil menangis.

Karena tidak bisa mengembalikan uang sebesar itu, pemenang Pilkada Boven Digoel 2010 versi KPUD dan Polres Boven Digoel itu akan dijatuhi hukuman penjara 9 tahun, subsider 6 bulan penjara dan denda sebesar Rp. 200 Juta pada tanggal 2 November mendatang. Selain itu, semua harta bendanya akan disita, kemudian dilelang dan uang hasil lelang tersebut akan dikembalikan ke Kas Daerah Kab. Boven Digoel agar bisa dinikmati oleh rakyat setempat.

Soal pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel Periode 2010-2015, Mendagri Gamawan Fauzi baru akan menerbitkan SK setelah ada putusan hukum tetap dari pengadilan TIPIKOR terhadap Yusak Yaluwo. Menurut Mendagri, tidak ada terpidana yang diperbolehkan pimpin daerah di Indonesia. Dengan demikian, kandas sudah harapan Yusak untuk dilantik menjadi Bupati Boven Digoel Periode 2010-2015.

Sementara itu, masyarakat Boven Digoel di Tanah Merah yang mengikuti setiap proses persidangan Yusak Yaluwo di Pengadilan TIPIKOR mengungkapkan kegembiraannya atas penolakan Pleidoi Yusak Yaluwo oleh Majelis Hakim TIPIKOR. “Hukum harus ditegakkan agar kami masyarakat kecil bisa bebas dari cengkeraman koruptor,” ungkap Yohanes, seorang tokoh pemuda.

Tentang isi pleidoi dan keterangan tambahan Yusak bahwa dirinya telah membangun jalan beraspal dan menyekolahkan ribuan Mahasiswa Boven Digoel ke luar negeri untuk tingkatan S2 dan S3, sambil tertawa Yohanes mengatakan, ini cerita model Gilimut, seorang tokoh  mirip Abu Nawas dalam mitos masyarakat Wambon. “Faktanya tidak ada, ini cerita model Gilimut dari orang yang sudah kalang kabut,” terangnya.

Ketika ditanya tentang dukungan warga Boven Digoel terhadap Yusak Yaluwo yang selama ini gencar diberitakan beberapa media, Yohanes mengatakan, “mereka bukan masyarakat kecil yang sedang menderita karena korupsi yang dilakukan  Yusak, mereka adalah pejabat yang biasa menikmati uang hasil korupsi dan mereka kelabakan dengan kasus yang menimpa Yusak.  Harapan kami  setelah Yusak dihukum maka KPK harus tangkap orang-orang dalam group ini, misalnya Kadinkes Boven Digoel, dr. Titus Tambaip,” pungkasnya.

Yohanes juga menyatakan kekesalannya atas sikap DPRD Boven Digoel yang selalu membela Yusak. “Mereka klaim diri wakil rakyat tapi membela oknum yang selama ini bikin susah rakyat,” tukasnya penuh kekesalan.

Pasangan Yusak Yaluwo-Yesaya Merasi dimenangkan oleh KPUD dan Polres Boven Digoel dalam Pilkada Boven Digoel 31 Agustus 2010. Kemenangan pasangan ini diperoleh dengan cara-cara kotor seperti penggelembungan suara, pembagian sembako dan uang sebagai cara untuk merayu pemilih, mobilisasi Polisi sebagai pemilih dan intimidasi yang melibatkan Tim Sukses, Polisi dan Kader Partai Demokrat.

Kriminalisasi Pilkada Boven Digoel 2010 oleh KPUD dan Polres Boven Digoel menuai banyak kecaman dari berbagai komponen masyarakat Boven Digoel. Beberapa hari lalu, Forum Rakyat Papua Boven Digoel  (FORPA-BD) meminta Ketua KPUD Boven Digoel dan Kapolres Boven Digoel dicopot karena keduanya dinilai telah merusak proses demokrasi di Boven Digoel dan  melakukan pembodohan publik. ***

0 thoughts on “Pleidoi Ditolak, Yusak Yaluwo Menangis

    Valentine Lena said:
    23 November, 2011 pukul 7:29 am

    Saya sangat prihatin dengan tanah kelahiran saya, saya ingin pulang dan membangun dengan jujur, miris sekali! ini namanya penjajahan di atas penjajahan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s