FORPA-BD Minta Ketua KPUD dan Kapolres Boven Digoel Dinonaktifkan

Posted on Updated on

Oleh : Bodipost

Jayapura, Bodipost – Forum Rakyat Papua Boven Digoel (FORPA-BD) meminta agar Ketua KPUD Boven Digoel, Kristianus Guam, S.Sos dan Kapolres Boven Digoel, AKBP Pantas Siregar, SIK, dicopot dari jabatan masing-masing  karena keduanya dinilai telah melakukan pembodohan publik dengan memasung hak-hak demokratik dan politik rakyat Boven Digoel dalam Pemilukada Boven Digoel 31 Agustus 2010 lalu.

Dalam Siaran Pers yang dirilis Rabu (20/10) ini, FORPA-BD secara singkat menguraikan proses Pemilukada Boven Digoel Tahun 2010 yang penuh dengan manipulasi, politik uang, mobilisasi Polisi sebagai pemilih dan intimidasi yang dilakukan oleh KPUD dan Polres Boven Digoel dalam rangka memenangkan pasangan calon nomor urut 1 atas nama Yusak Yaluwo-Yesaya Merasi.

“Publik di Papua, bahkan Indonesia, mengetahui bahwa Pemilukada Boven Digoel sangat tidak masuk akal dan merupakan pemasungan terhadap hak-hak politik dan demokratik rakyat Boven Digoel,” jelas Everistus Kayep, Koordinator HUMAS FORPA-BD.

Dijelaskan, mobilisasi Polisi sebagai Pemilih dalam Pemilukada Boven Digoel merupakan sebuah tindakan yang, di satu sisi mencoreng citra Kepolisian, sementara di sisi lain telah menghambat partisipasi politik rakyat Boven Digoel dalam Pemilukada, maka tidak ada alasan untuk membiarkan Kapolres Boven Digoel tetap menjabat pada posisinya.

“Polda Papua perlu menurunkan Tim Investigasi ke Tanah Merah untuk mengecek apakah ada pelanggaran Pemilukada yang melibatkan Polisi secara terang-terangan, dan saya yakin Polda akan mendapat banyak data yang cukup kuat untuk mencopot AKBP Pantas Siregar dari jabatan Kapolres Boven Digoel,” pungkas Kayep.

Kayep menambahkan, pembelajaran politik dan demokrasi yang baik diperlukan untuk menguatkan posisi rakyat dalam negara ini sehingga mereka tidak sekedar menjadi bulan-bulanan dan komoditas politik kaum elit.

Menyoal kinerja KPUD Boven Digoel yang dinilai jelek oleh banyak kalangan, Kayep mengatakan, rakyat Boven Digoel  tahu persis seperti apa kinerja KPUD Boven Digoel dan dimana posisi Ketua KPUD Boven Digoel dalam Pemilukada Boven Digoel.

“Rakyat Boven Digoel tahu bahwa Ketua KPUD Boven Digoel secara pribadi maupun KPUD sebagai lembaga telah menjadi alat pasangan Yusak Yaluwo – Yesaya Merasi dan berbagai manipulasi dilakukan untuk memenangkan pasangan tersebut, maka sebaiknya KPU Provinsi segera mengambil langkah-langkah untuk menonaktifkan Ketua KPUD Boven Digoel sebagai bagian dari pemulihan hak-hak demokratis rakyat Boven Digoel yang dipasung,” jelas Kayep.

Pemilukada Boven Digoel berakhir dengan sengketa yang digugat oleh pasangan calon nomor urut 2 (XT Songmen-Eksan Heremba) ke Mahkamah Konstitusi, namun penggugat mencabut perkara karena beberapa alasan mendasar. Sengketa Pemilukada Boven Digoel kemudian masuk ke ranah politik dan sampai saat ini masih terjadi adu kekuatan antara pasangan nomor urut 1 (Yusak Yaluwo-Yesaya Merasi), pasangan nomor urut 2 (XT Songmen-Eksan Heremba) dan pasangan nomor urut 3 (Simon Siwoya-Paulinus Wanggimop).

Sementara pasangan nomor urut 4 (Marselino Yomkondo-Edward C Haurissa) terlihat tidak terlibat dalam sengketa tersebut karena selain jumpah perolehan suara yang kecil, Marselino Yomkondo dikabarkan telah menghilang bak ditelan bumi. Dia menghindar dari incaran KPK karena dugaan Korupsi dana APBD Boven Digoel sekitar Rp. 30 Milyar.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s