Pilkada Boven Digoel, Polisi Ikut Coblos

Posted on Updated on

Oleh : Muineto Xavier Mawan

Tanah Merah Digoel, Bodipost – Netralitas Polisi dalam setiap momen Pemilu di Indonesia ternyata merupakan pembohongan publik karena faktanya tidaklah demikian. Buktinya, dalam  Pilkada Boven Digoel 31 Agustus 2010, banyak Polisi dari jajaran Polres Boven Digoel melakukan pencoblosan. Mereka bekerjasama dengan KPUD Boven Digoel untuk memenangkan Yusak  Yaluwo, mantan Bupati Boven Digoel yang kini mendekam di LP Cipinang Jakarta karena merampok uang rakyat Boven Digoel sekitar Rp. 66,7 Milyar.

Sebagimana dilaporkan sebuah sumber terpercaya, Anggota Polisi disebarkan di setiap TPS dan layaknya para pemilih lainnya, mereka ikut mencoblos karena nama mereka terdaftar di  Daftar Pemilih Tetap dan Undangan yang dikeluarkan KPUD Boven Digoel.

Di sebuah TPS, aksi Polisi ini sempat direkam kamera saksi pasangan calon tertentu.

“Kemarin seorang anggota Polisi tertangkap Kamera Tim SOMBA ketika yang bersangkutan sedang  melakukan pencoblosan di TPS 04 Kampung Persatuan Distrik Mandobo”, demikian bunyi pesan singkat yang diterima Blogsite ini melalui SMS.

Dari pantauan media ini, Polisi juga melakukan teror dan berusaha mengintimidasi ketua dan staf Panitia Pemilihan Distrik (PPD) di setiap distrik agar merombak hasil perolehan  suara sah dari tiap TPS agar memenangkan pasangan Yusak Yalwo – Yesaya Merasi.

Sementara itu, Polisi yang bekerjasama dengan KPUD Boven Digoel, telah mengumumkan hasil perolehan  suara dengan Yusak Yaluwo sebagai pemenang, padahal hanya baru satu distrik yang sudah merampungkan perhitungan suara.

“Hanya distrik Mandobo yang baru selesai perhitungan suara dan pada pleno tadi malam, suara terbanyak ada pada pasangan nomor urut 2, yaitu XT Songmen – Eksan Heremba”, jelas  seorang staf PPD distrik Mandobo yang minta namanya dirahasiakan.

Ia menjelaskan, sebenarnya perhitungan dan pleno di PPD distrik Mandobo sudah bisa  selesai beberapa jam setelah  Pilkada, tetapi mereka diintimidasi oleh Kapolsek Mandobo, AKBP Emanuel Trukmarop, agar merombak hasil perolehan suara dan memberikan suara terbanya kepada pasangan Yusak Yaluwo –  Yesaya Merasi.

Pleno PPD Distrik Mandobo menetapkan Pasangan Nomor Urut 1 (Yusak Yaluwo – Yesaya Merasi) memperoleh 1.890 Suara, Pasangan Nomor Urut 2 (XT Songmen – Eksan Heremba) memperoleh 2.034 Suara, Pasangan Nomor Urut 3 (Simon Siwoya – Paulinus Wanggimop) memperoleh 814 Suara dan Pasangan Nomor Urut 4 (Marselino Yomkondo – Edward Haurissa) memperoleh 391 Suara.

Teror dalam rangka memenangkan Yusak Yaluwo juga dialami oleh PPD Distrik Jair. Informasi yang diterima Blogsite ini, PPD distrik Jair  belum melakukan pleno penetapan hasil perolehan suara karena Kapolsek Jair terus mengintimidasi mereka supaya mengubah hasil perolehan suara yang berita acaranya sudah ditandatangani oleh para saksi tiap pasangan calon.

Untuk memperburuk kondisi, Polisi juga menyebarluaskan SMS bohong bahwa pasangan Yusak Yaluwo – Yesaya Merasi memperoleh suara terbanyak. Informasi bohong tersebut bahkan dipampang di sekretariat KPUD Boven Digoel dan masyarakat diajak berbondong-bondong kesana untuk menyaksikannya.

“Informasi tersebut bohong karena perhitungan suara belum rampung dan di 215 TPS yang tersebar di Boven Digoel”, jelas Andreas, seorang aktivis Pemuda setempat. Andreas menjelaskan, Polisi memang telah terlibat bekerjasama dengan KPUD Boven Digoel merancang semua skenario untuk memenangkan Yuska Yaluwo dengan cara-cara kotor.

“Mereka terlibat dalam pendistribusian logistik Pilkada dimana mereka menyelipkan stiker Yusak Yaluwo bersama Blanko Surat Suara ke semua TPS di seluruh Boven Digoel. Untunglah, rakyat yang menderita tidak mau memlilih orang yang selama lima tahun terus merampok uang mereka sehingga mereka menderita”, kata Andreas.

Sampai dengan pagi ini jumlah perolehan suara berdasarkan pleno PPD distrik Mandobo dan laporan perhitungan sementara beberapa distrik, diketahui bahwa Pasangan Nomor Urut 1 (Yusak Yaluwo – Yesaya Merasi) memperoleh 10.548 Suara, Pasangan Nomor Urut 2 (XT Songmen – Eksan Heremba) memperoleh 11.988 Suara, Pasangan Nomor Urut 3 (Simon Siwoya – Paulinus Wanggimop) memperoleh 4.999 Suara dan Pasangan Nomor Urut 4 (Marselino Yomkondo – Edward Haurissa) memperoleh 2.005 Suara.***

4 thoughts on “Pilkada Boven Digoel, Polisi Ikut Coblos

    […] mobilisasi Polisi sebagai Pemilih dalam Pemilukada Boven Digoel merupakan sebuah tindakan yang, di satu sisi mencoreng citra Kepolisian, sementara di sisi lain […]

    Halaman tidak ditemukan « The Boven Digoel Post said:
    22 Oktober, 2010 pukul 1:04 pm

    […] Paling Banyak Dibaca FORPA-BD Minta Ketua KPUD dan Kapolres Boven Digoel DinonaktifkanSiaran Pers FORPA-BD : Pulihkan Proses Demokrasi Demi Kehidupan Rakyat Boven Digoel!Yusak Yaluwo Rencana Bunuh Xaverius SongmenTentang Nama PapuaSBY Mulai Intervensi KPK dan Pengadilan TIPIKOR Bupati Boven Digoel Mangkir MIFEE, Berkah atau Kutuk?Sawit Tidak Pernah Mungkin Menggantikan Fungsi EkologiMahasiswa Minta Presiden Non Aktifkan Bupati Boven Digoel Pilkada Boven Digoel, Polisi Ikut Coblos […]

    […] Jayapura – Forum Rakyat Papua Boven Digoel melalui HUMAS-nya Everistus Kayep menyatakan tuntutannya agar Kapolres Boven Digoel dicopot. Dikatakan dalam Press Release-nya yang diterima Bintang Papua via E-Mail bahwa telah terjadi mobilisasi anggota Polisi sebagai Pemilih. […]

    […] kotor seperti penggelembungan suara, pembagian sembako dan uang sebagai cara untuk merayu pemilih, mobilisasi Polisi sebagai pemilih dan intimidasi yang melibatkan Tim Sukses, Polisi dan Kader Partai […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s