Masyarakat Yang Mempunyai Hak Memilih Dibatasi Oleh KPUD Boven Digoel

Posted on Updated on

Oleh: Muineto Mawan

Kartu hak memilih yang dibuatkan oleh KPUD Boven Digoel untuk Pilkada Boven Digoel tanggal 31 Agustus mendatang penuh dengan rekayasa karena nama-nama pemilih yang diundangkan tidak sesuai dengan masyarakat yang berhak memilih di kabupaten Boven Digoel. Banyak pemilih yang hak demokratisnya dibatasi oleh KPU Boven Digoel.

Banyak penambahan penduduk yang belum memiliki identitas sesuai dengan mekanisme pemerintahan, tetapi KPU Boven Digoel mengeluarkan kartu hak memilih buat mereka. KPU juga melambungkan jumlah kartu suara tidak sesuai dengan daftar sensus penduduk tahun 2010. Ada penduduk tambahan yang tidak terdaftar tetapi  KPUD Boven Digoel memberikan surat hak memilih kepada mereka karena mereka  mendukung  Cabup Yusak Yaluwo.

Dari pantauan media ini, ternyata pemilih yang mendukung ketiga calon bupati lainnya, XT Songmen, Simon Siwoya dan Marsel Yomkondo, banyak juga yang tidak terdaftar namun KPUD tidak memberikan surat undangan hak memilih.

Ketua KPUD Boven Digoel, Kristianus  Guam, S.Sos yang menjadi Juru Kampanye Cabup Yusak Yaluwo telah berkali-kali menyatakan bahwa lembaga yang dipimpinnya siap memenangkan Yusak Yaluwo dalam Pilkada nanti sekalipun Yusak Yaluwo  sementara ini bermasalah karena kasus korupsi dan sedang menjalani proses hukum.

“KPU Boven Digoel yang seharusnya menjadi wasit, saat ini terang-terangan menjadi pemain”, ungkap Ambrosius, seorang Pemuda kepada Bodipost.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s