DAP Laporkan MIFEE Gagal ke Pemerintah Amerika

Posted on Updated on

Oleh : Jerry Omona / Angga Haksoro

VHRmedia, Merauke – Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah V Merauke telah melaporkan kegagalan program Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) ke pemerintah. Dalam laporan yang juga ditujukan ke pemerintah Amerika Serikat tersebut, MIFFE dinilai tidak memiliki tujuan mengangkat harkat warga asli Papua.

Ketua DAP Wilayah V Merauke, Stanislaus Gebze, mengatakan laporan kegagalan MIFEE dikirim 9 Juni 2010. Menurut Dewan Adat, MIFEE hanya bagian rencana kapitalis untuk mengeruk sumber daya alam Papua dan meminggirkan para pemilik tanah.

“Kami mendesak pemerintah Indonesia membatalkan program bernilai triliunan rupiah itu, karena tidak berpihak kepada rakyat Papua. Program itu hanya menguntungkan pengusaha dan pemerintah,” kata Stanislaus Gebze, Minggu (22/8).

Menurut Stanislaus, program MIFEE telah mencaplok lebih dari 2 juta hektare hutan untuk lahan pembangunan pangan. ”Awalnya pemerintah mengatakan hanya menggunakan 600 hektare hutan untuk program itu. Sekarang berubah lagi sampai jutaan hektare tanpa sepengetahuan masyarakat adat.”

Masyarakat adat, kata Stanislaus, tidak pernah mendapat sosialisasi program MIFEE. “Proyek raksasa itu hanya disosialisasi pada pengusaha. Ini sangat mengherankan.”

Medco Papua diperkirakan menjadi salah satu perusahaan yang akan melaksanakan proyek raksasa tersebut. Dalam konsep MIFEE, Merauke menjadi lahan garapan korporasi yang juga menaungi petani lokal. Lahan 1 juta hektare akan dibagi dalam 5 kluster. Tiap kluster seluas 200 ribu hektare terdiri atas 40 subkluster. Lahan basah yang masih tersedia 1,9 juta hektare.

Beberapa perusahaan yang ikut dalam program Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) antara lain Artha Graha, Bangun Tjipta, Comexindo International, Medco Group, Digul Agro Lestari, dan Klinik Agropolitan Gorontalo. Perusahaan-perusahaan ini sudah menyiapkan infrastruktur di lokasi proyek. Pengembangan kawasan pangan dalam skala luas atau “food estate” di  Merauke diperkirakan memerlukan investasi Rp 50 triliun hingga Rp 60 triliun. (E1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s