KNPI Mappi: MIFEE Harus Ditinjau Ulang

Posted on Updated on

Oleh : Tabloid Jubi Online

JUBI — Jimmy Aun, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Mapi mengatakan keberadaan Merauke Integrated Food and Energy Estated (MIFEE) di wilayah Papua Selatan harus ditinjau ulang.

“Keberadaan MIFEE hingga saat ini belum jelas, harus ada kajian ulang,” kata Jimmy, Kamis (6/8).

Jimmy menjelaskan, awalnya MIFEE diperuntukkan bagi warga asli Papua, namun kemudian proses ini terbentur dengan hak-hak ulayat dan sosial dari masyarakat.

Program MIFEE, kata dia, mengindikasikan pemerintah gagal mensejahterakan rakyat yang ada di sekitarnya. Pemerintah juga diminta agar bisa membuat peraturan yang bertujuan melindungi hak-hak masyarakat pemilik tanah.

Proyek MIFEE dikerjakan Medco Papua bersama sejumlah perusahaan lain di ebagian besar tanah Marind. Lahan satu juta hektar dimanfaatkan dalam lima kluster. Tiap kluster seluas 200 ribu ha terdiri dari 40 subkluster.

Pemda Merauke telah mendapat komitmen dari beberapa perusahaan untuk membangun pertanian di sana. Antara lain Artha Graha, Bangun Tjipta, Comexindo International, Medco Group, Digul Agro Lestari, dan Klinik Agropolitan Gorontalo. Sejumlah perusahaan itu kini sudah memulai aktivitas di lapangan.

Sekurangnya 8.000 hingga 10.000 hektar lahan telah disiapkan untuk pertanian beras. Sekitar 30.000 hektar juga telah disiapkan untuk pertanian gula. Pengembangan kawasan pangan di  Merauke, diperkirakan memerlukan investasi sekitar Rp.50 triliun hingga Rp.60 triliun. (Yarid AP)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s