Bupati Boven Digoel Mangkir

Posted on Updated on

Oleh : Papua Pos

Merauke, Papos – Meskipun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melayangkan surat panggilan kedua kepada Bupati Boven Digoel, Yusak Yaluwo, SH pada Senin (8/3), namun sampai hari ini bersangkutan belum memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa dalam kapasitas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi.

Salah seorang anggota penyidik KPK yang ditemui sejumlah wartawan, Selasa (9/3) di Merauke membenarkan jika pemanggilan terhadap Bupati Yusak Yaluwo dalam kapasitas sebagai tersangka.

“Saya perlu pertegas bahwa pemanggilan terhadap yang bersangkutan (Yusak Yaluwo) tidak dalam kapasitas sebagai saksi, tetapi tersangka terkait kasus dugaan penyalahgunaan dana APBD dan Otonomi Khusus (Otsus) tahun anggaran (TA) 2005 sampai dengan tahun 2007,” kata penyidik itu.

Sementara berdasarkan hasil pemantauan Papua Pos di Mapolres Merauke yang dijadikan Posko Pemeriksaan Terhadap Kasus Dugaan Korupsi di Kabupaten Boven Digoel, sejak pukul 09.00 Wit sampai pukul 15.00 Wit, Rabu (10/3), pemeriksaan secara tertutup oleh tim KPK dan BPK masih sedang berlangsung.

Pemeriksaan terhadap Kepala Bawasda dan empat bendahara masih sedang berjalan sebagaimana biasa. Sampai berita ini diturunkan, belum ada satupun keterangan dari penyidik KPK tentang sejauhmana proses pemeriksaan.

Sementara itu, sekitar pukul 10.00 Wit, sebuah mobil sedang parkir di belakang mobil Kapolres Merauke dan sesaat kemudian, ternyata yang turun adalah Kepala BRI Cabang Merauke, Arie LMMM Waroka. Dia akan diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi terkait aliran dana yang dicairkan ke Pemkab Boven Digoel selama ini.

Secara terpisah mantan Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boven Digoel, Jimmy Molle mengungkapkan, dirinya diminta oleh KPK untuk memberikan keterangan seputar dugaan penyalahgunaan dana APBD dan Otsus TA 2005-2007.

“ Ya, sebagai warga negara Indonesia yang baik, saya harus datang memberikan keterangan. Apalagi waktu itu saya sebagai Ketua Komisi C yang membidangi anggaran,” katanya.

Ditanya masalah apa saja materi yang dibeberkan saat memberikan keterangan dihadapan penyidik, Jimmy mengungkapkan, pihaknya belum bisa memberikan komentar. “Saya juga tidak tahu apa saja yang akan ditanyakan, tetapi yang jelas bahwa sebagai mantan Ketua Komisi C yang membidangi anggaran, saya tahu pemanfaatan dan penyaluran dana selama beberapa tahun itu,” katanya.

Didesak lagi tentang keberadaan Bupati Boven Digoel sekarang, Jimmy menolak berkomentar. “Maaf ya, kalau rekan-rekan wartawan menanyakan tentang keberadaan orang nomor satu di Kabupaten Boven Digoel, saya tidak tahu sama sekali,” elaknya.[frans]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s