Bupati Boven Digoel Terus Diburu KPK

Posted on Updated on

Tim KPK dan BPK Lagi Menunggu di Merauke

Oleh : Bintang Papua

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terus mengejar dugaan kasus korupsi senilai Rp 130 miliar yang diduga melibatkan Bupati Boven Digoel, Yusak Yaluwo. Dimana saat ini KPK telah meningkatkan status penyelidikan kasus Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) Boven Digoel 2007 dan dana Otonomi Khusus (Otsus) menjadi penyidikan, dengan menetapkan Bupati Kabupaten Boven Digoel, Yusak Yaluwo menjadi tersangka dalam kasus ini.

”Memang kami sudah melakukan pemanggilan kedua kepada yang besangkutan, namun belum juga menuhi panggilan kami,”jelas Kepala Biro Humas KPK Johan Budi SP saat dihubungi Bintang Papua via HP-nya Rabu,(10/3) tadi malam.

Johan Budi yang saat dihubungi Bintang Papua mengaku sedang berada tugas di luar daerah mengatakan, sesuai ketentuan hukum, jika seseorang yang disangka terlibat dalam suatu kasus telah dilakukan pemanggilan kedua, maka dilanjutkan dengan pemanggilan ketiga sekaligus penjemputan paksa yang bersangkutan.

“Benar, kami sudah memanggil yang bersangkutan dua kali,”jelasnya singkat. Ditanya sejauh mana keterlibatan Yusak dalam kasus ini, dia mengungkapkan, belum mendapat informasi dari penyidik KPK. Bahkan adanya kabar jika Yusak sendiri sedang tidak ada di tempat, Johan Budi mengaku tidak tahu. Namun seperti diberitakan sebelumnya, Yusak diperiksa terkait dugaan kasus penggelapan dana APBD Boven Digoel 2007 dan dana Otsus Boven Digoel sebesar Rp 130 miliar. Yusak juga diduga menyelewengkan dana APBD 2005 dan 2006.

Yusak dipanggil KPK secara resmi dengan Surat Panggilan No Spgl/401/23/II/2010 tanggal 18 Februari 2010. Dia dipanggil untuk menghadap Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi dan Tim di Kantor KPK, Rabu (24/2), pukul 10.00 WIB.

Surat Panggilan KPK itu ditandatangani Direktur Penyidikan, Sudi Husein selaku penyidik atas nama pemimpin KPK. Sementara itu informasi terakhir yang diperoleh dari Merauke, menyebutkan saat ini di Merauke telah menunggu 5 orang tim Penyidik KPK dan 4 orang tim BPK (badan Pemeriksa Keuangan) dari Jakarta.

KPK sebelumnya telah mengirim surat pemanggilan kedua, dengan batas waktu selambat-lambatnya Senin 8 maret 2010 pukul 24.00 wit itu sudah harus menghadap KPK. Ini dilakukan KPK setelah panggilan pertama tidak diindahkan.

Pemanggilan kedua pun masih tidak dipenuhi, bahkan yang besangkutan justru menugaskan Kepala Bawasda Pemkab Boven Digoel Ino Tethool bersama 4 bendaharawan mengahadap tim KPK dan BPK dengan membawa berkas-berkas Bupati Boven Digoel tersebut. Dan Selasa 9/3 mulai pukul 13.00 langsung diperiksa di ruang data Mapolres oleh tim Penyidik KPK dan BPK.

Salah seorang anggota tim KPK mengakui telah dilakukan pemanggilan kedua sebelum upaya paksa dilakukan.(don)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s