Tolak Pemanggilan KPK, Yusak Yaluwo Rekayasa Demo Di Tanah Merah

Posted on Updated on

Oleh : Muineto Mawan

Tanah Merah Digoel, Bodipost – Bupati Yusak Yaluwo menolak pemanggilan dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan merekayasa aksi demo di Tanah Merah hari ini, Kamis(4/3). Rekayasa menolak pemanggilan KPK itu melibatkan sedikitnya 120-an warga kampung-kampung Kouh, Kawagit, Arimop, Maju, Patriot, Mawan, Bukit, Manggelum, Getentiri dan Fofi. Mereka terdiri dari para pelajar SMP dan beberapa orang tua yang tidak tahu apa-apa soal korupsi.

Warga kampung-kampung ini diajak oleh beberapa pentolan Partai Demokrat dan menginap di rumah beberapa kerabat mereka di kota Tanah Merah. Pagi tadi, sekitar pukul 08.00 WIT mereka berkumpul di rumah Marius Batarop di Kilo Meter 2 Kampung Persatuan. Marius Batarop yang menjadi koordinator mereka adalah mantan guru SD yang diangkat menjadi Kepala Distrik Arimop sebagai bagian dari nepotisme yang dipraktekkan bupati Yaluwo.

Mereka selanjutnya menggunakan beberapa buah kendaraan (Truk, Pick Up, Hardtop), melakukan pawai pawai ke Kilometer 6, 7 dan 8 (di sekitar Markas Kodim). Mereka selanjutnya menuju Kantor Bupati Boven Digoel yang terletak di Jl. Trans Papua Kilometer 2. Kantor Bupati sebelumnya telah telah dipalang oleh Bupati Yusak Yaluwo dan beberapa pendukungnya dinihari sekitar pukul 04.00 WIT setelah mereka melakukan pertemuan semalam suntuk membahas agenda, metode dan biaya aksi rekayasa.

Massa yang terlihat bingung dikumpulkan sekitar pukul 11.00 WIT di halaman Kantor Bupati dan para orator mulai berorasi. “Yusak Yaluwo tidak korupsi,” teriak Stevanus Amote, seorang Mahasiswa Unimer Merauke yang akrab disapa Namona. Ia, bersama mantan tentara bernama Klemens, terus meneriakkan pembelaan mereka terhadap Bupati Yusak Yaluwo.

Mereka mengutuk KPK yang memanggil Bupati Yusak dan media massa yang memberitakan pemanggilan KPK tersebut. “Media tidak benar, media harus tarik kembali semua pemberitaan tentang korupsi yang tidak benar,” teriak Stevanus dan Klemens.

Massa, yang terlihat kaku karena diangkut secara paksa dari kampung-kampung, terlihat bingung dan kaku saat ikut meneriakkan dukungan mereka terhadap Bupati Yusak Yaluwo. dari ekspresi wajah mereka, terlihat jelas bahwa orang-orang kampung yang lugu ini telah dilatih secara kilat untuk meneriakkan dukungan saat aksi massa.

Setelah berorasi sekitar 10 menit di depan Kantor Bupati, massa diarahkan menuju rumah Marius Batarop. Mereka kemudian makan bersama, dilanjutkan dengan pembagian uang oleh petugas khusus Bupati. Setiap orang mendapat Rp. 200.000 – Rp. 300.000.

Tidak hanya masyarakat yang mendapat bayaran. Beberapa Polisi juga mendapat bayaran karena terlibat menggerakkan dan mengawal massa dengan menggunakan pakaian preman. “Cukup untuk beli pulsa dan bensin,” ujar seorang anggota Polisi setelah menerima uang.

Menurut rencana, aksi massa akan dilakukan Jumat (5/0) besok. “Pokoknya kami akan tetap lakukan aksi protes terhadap KPK dan Media Massa yang menaikkan berita Korupsi,” jelas salah satu koordinator aksi.

Bupati Yusak Yaluwo ditetapkan sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi dana Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) Boven Digoel dan dana Otsus Tahun Anggaran (T.A) 2005 s/d Tahun Anggaran (T.A) 2007. Ia dipanggil KPK dengan Surat Panggilan Nomor : Spgl/401/23/II/­2010 tanggal 18 Februari 2010.

Status Yusak sebagai tersangka ditetapkan pada Senin (1/3) lalu dalam kasus dugaan korupsi dana APBD dan dana Otonomi Khusus Kabupaten Boven Digoel 2005-2007 dan dijadwalkan akan diperiksa hari ini, Kamis (4/3). Yusak dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.***

3 thoughts on “Tolak Pemanggilan KPK, Yusak Yaluwo Rekayasa Demo Di Tanah Merah

    […] aksi-aksi demo pembelaan terhadap Bupati Boven Digoel yang dilakukan sekelompok masyarakat terhadap tudingan dugaan korupsi sejumlah pejabat Boven […]

    […] lambang Partai Demokrat. Orang-orang Partai Demokrat di Boven Digoel memang menjadi pelopor dalam aksi-aksi rekayasa mendukung Yusak minggu […]

    […] 2005-2007 dan dijadwalkan akan diperiksa Tanggal 4 Maret 2010. Namun dirinya selalu mangkir dan merekayasa demonstrasi di Tanah Merah Boven Digoel. Yusak dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s