Program MIFEE Bunuh Pertanian Lokal di Merauke

Posted on Updated on

VHRmedia, Jakarta – Pencanangan Merauke Integrated Food Energy Estate bukan solusi mengatasi kerentanan pangan di Papua. Program ini justru semakin membatasi warga untuk mengelola lahan pertanian lokal berbasis komunitas.

Witoro, Ketua Kelompok Kerja Beras dan Pangan, Aliansi untuk Desa Sejahtera (ADS), menyebut program MIFEE belum layak dijalankan di Papua. Sebab, konflik agraria belum terselesaikan dan petani masih minim mendapat akses lahan pertanian.
“Sekarang pemerintah justru memberikan akses kepada pihak swasta untuk mengelola pertanian lokal. Ini kontradiktif. Masyarakat Papua tidak punya hak untuk mengelola lahan pertaniannya sendiri,” kata Witoro dalam diskusi “Food Estate: Antara Pangan, Papua, dan Pasar”, Kamis (4/3).
Kabupaten Merauke memiliki luas 4,7 juta hektare dan 95,3% adalah kawasan hutan. Namun pemerintah justru memberikan hak guna usaha (HGU) lahan hutan dan perkebunan kepada investor, bukan kepada warga Papua. “Terlalu riskan bagi Indonesia jika menyerahkan urusan pangan ke swasta. Konsep investor selalu mengedepankan keuntungan, bukan kemandirian pangan,” ujar Witoro.
Tejo Wahyu Jatmiko, Koordinator ADS, mengatakan Merauke Integrated Food Energy Estate muncul setelah pemerintah menerbitkan PP 18/2010 tentang Usaha Budidaya Tanaman. Peraturan ini dibuat untuk mendukung iklim usaha pertanian yang kondusif.
Menurut Pasal 24 PP Usaha Budidaya Tanaman, hasil pertanian diutamakan untuk kebutuhan ekspor. “Hanya ketika terjadi bencana alam atau serangan hama, baru diprioritaskan untuk dalam negeri. Artinya, jika tidak terjadi apa-apa, prioritasnya untuk luar negeri,” kata Tejo Wahyu Jatmiko.
Setelah diluncurkan 12 Februari lalu, program Merauke Integrated Food Energy Estate mulai dilirik 40 perusahaan produk pertanian. Program ini mengizinkan perusahaan pertanian menanamkan modalnya di Merauke hingga 49%. (E1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s