‘Mahasiswa’ Protes Bupati Boven Digoel

Posted on Updated on

Oleh : Tabloid Rajawali

Merauke,  RJW – Sejak pagi, beberapa staf ari jajaran Pemerintah Kabupaten Boven Digoel telah berpenampilan rapi di sekitar gedung Very Important Person (VIP) Bandara Mopah Merauke. Ada beberapa terop yang terjajar dihalaman parkir itu beserta sekitar seratus buah kursi plastic berwarna biru yang diatur berjajar menghadap ke deretan empat buah meja setengah biro bertaplak batik dan dibelakangnya diatur enam buah kursi yang disediakan untuk Bupati Boven Digoel, Yusak Yaluwo, SH, MSi beserta jajarannya. Sekitar pukul tujuh pagi itu (20/1) rombongan berseragam pakaian olah raga berwarna krem telah hadir dan satu-persatu menempati jajaran kursi plastic dibawah terop itu. Mereka adalah gelombang pertama sebanyak 70 orang Kepala Kampung se Kabupaten Boven Digoel yang sesaat lagi akan diberangkatkan dengan menumpang pesawat Merpati-Kli Boeing 737 seri 300, menuju Kabupaten Purbalingga- Jawa Tengah.

Tampak jajaran staf bupati seperti Sekretaris Daerah Kabupaten Boven Digoel, Kepala Bagian Pemerintahan Kampung, dan beberapa petinggi Pemkab Boven Digoel sudah duduk tertib sembari menunggu kedatangan Bupati Boven Digoel, Yusak Yaluwo yang sesaat lagi akan datang untuk memberikan pengarahan dan melepas keberangkatan rombongan yang diperkirakan akan melakukan studi banding selama satu bulan di Kabupaten Purbalingga – Jawa Tengah. Sesaat setelah pesawat Merpati yang akan ditumpangi rombongan itu mendarat di Bandara Mopah Merauke, BUpati yang menjadi salah satu penumpang di dalam pesawat itupun tiba dan langsung menemui para aparat kampung itu.

“Saya berharap bapak-bapak Kepala Kampung bisa jalan dengan perasaan senang” ujar Yusak Yaluwo ketika memberikan sambutan jelang pelepasan kontingen itu. Yusak memberikan beberapa wejangan kepada aparat kampungnya pagi itu, suasana tertib, beberapa wartawan turut hadir dalam acara pagi itu. dalam penjelasan bupati, keberangkatan rombongan sebanyak 70-an kepala kampung se Kabupaten Boven Digoel itu adalah program yang sudah dipersiapkan sejak tahun 2008 lalu, baru Januari 2010 ini sempat diwujudkan. Rencananya, setelah rombongan pertama ini selesai, akan disusul puluhan kepala kampung lainnya dari Boven Digoel yang akan melakukan studi banding di Pulau Jawa. Yusak Yaluwo sempat membantah adanya tuduhan agenda politik menuju suksesi Pemilukada di Kabupaten Boven Digoel pada tahun 2010 ini dimana dia akan maju mencalonkan diri kembali untuk periode jabatan kedua. “Kamorang tidak usah banyak berfikir susah, yang penting badan sehat dan bisa melihat-lihat saudara-saudara kita di Pulau Jawa bagaimana mereka membangun daerahnya, ini studi banding.” Sergah Yusak. Pengiriman rombongan kepala kampung dalam jumlah besar seperti ini terhitung langka di Tanah Papua dibanding dengan tingginya intensitas perjalanan dinas atau studi banding yang biasa dilakukan jajaran eksekutif maupun legislativ keluar Papua selama ini.

Protes ‘Mahasiswa’

Ketika acara sambutan dan pelepasan oleh Bupati Boven Digoel usai, tanpa diduga datang sekelompok orang dari arah belakang acara resmi itu dan lansung menyampaikan nada protes. Seluruh yang hadir termasuk bupati dan jajarannya dibuat kaget oleh sekitar enam orang lelaki yang rata-rata masih berusia muda itu. Hanya satu orang yang mengaku berinisial CA yang terlihat lebih dewasa dan paling lantang meneriakkan protesnya kepada Bupati Boven Digoel. “Ini bentuk penipuan! Kamu sudah banyak tipu rakyat dan sudah hancurkan Kabupaten Boven Digoel yang selama ini dikenal sebagai basis perjuangan dan kemerdekaan Republik Indonesia..” seru pendemo itu. “sudahlah, jangan ambisi lagi untuk jadi pemimpin di Boven Digoel, cukup sudah, rakyat sudah sengsara selama ini!” teriak kelompok itu berapi-api.

Kelompok itu tampak menyampaikan kekecewaannya kepada sang-bupati terhadap kebijakan yang dilakukan selama ini di Kabupaten Boven Digoel yang dianggapnya ‘pilih-kasih’. Kelompok itu meyakinkan segenap orang yang hadir di acara itu, bahwa apa yang terjadi di Boven Digoel selama ini tidak seindah yang dapat dilihat pada pagi itu, dimana para kepala kampung bisa berpenampilan rapih, berseragam dan bisa dengan senang hati akan mengikuti studi banding ke Jawa. Kelompok aksi itu mengaku sebagai mahasiswa asal Kabupaten Boven Digoel yang selama ini merasa ditipu oleh Pemkab Boven Digoel karena sejumlah bantuan pendidikan untuk mahasiswa tidak pernah berjalan baik. Protes itu menyebabkan para ajudan Bupati Boven Digoel, Kapolsek Mandobo, beberapa aparat kepolisian dari Polres Boven Digoel dan anggota Satuan Inteligent Polres Merauke segera menyergah kelompok itu. Aksi dorong-mendorongpun tak terhindarkan. Aparat kepolisian yang kesemuanya berpakaian sipil tampak berusaha menggiring kelompok itu untuk menjauh dari tempat acara dan segera menghentikan teriakannya dimuka umum. Kelompok itu tetap berteriak-teriak sambil mundur perlahan karena didesak aparat kepolisian berpakaian preman. Karena teriakan para pendemo itu tidak segera reda, tampak beberapa aparat polisi-pun gerah. Dalam aksi dorong-mendorong antara pendemo dengan anggota kepolisian itu, terlihat ada yang terpancing suasana, setelah terlibat aksi dorong beberapa anggota kelompok pendemo itu akhirnya terkena pukulan. “Kalian kalau mau sampaikan pendapat itu ada tempatnya, di Boven Digoel sana, kamorang ada mabuk baru datang bikin kacau disini lagi!” teriak salah satu petugas kepada kelompok itu. Pasca ada yang terkena pukulan dalam aksi pengamanan itu tampak mulai mampu meredakan suasana. Beberapa anggota kelompok pendemo itu ada yang dibawa aparat kepolisian meninggalkan tempat itu, entah dibawa kemana.

Membantah

Saat dimintai komentarnya, Bupati Yusak Yaluwo tidak memberikan komentar apapun. “Saya tidak tahu mereka itu siapa tadi kah?” timpal Yusak. Namun, seorang lelaki muda mengaku sebagai mahasiswa dan mengaku kenal dekat dengan Bupati Boven Digoel itu menyampaikan bahwa yang memprotes tadi adalah teman kuliahnya. “Bapa, orang itu dia memang gila, tidak waras. Kalau kuliah dia selalu protes-protes dosen di kampus” lapornya kepada sang Bupati sambil menggariskan ujung jari telunjuknya diatas jidatnya. Bupati hanya terdiam meskipun sempat menimpali kata, “ oh ya, begitukah?”.

Aksi protes itu juga disikapi Kapolsek Mandobo yang hadir pada acara itu. Kapolsek membantah kalau upaya mengamankan aksi protes sekelompok orang itu ada aksi pemukulan. “Kami hanya melakukan pengamanan dengan mendorong mereka supaya menjauh dari tempat ini, kami tidak memukulnya, bahkan saya sendiri yang kena pukulan dari mereka” sergah Kapolsek. Kapolsek menegaskan kalau apa yang dilakukan pihaknya ditempat itu sudah sesuai prosedur. “ Walaupun kami anggota polisi dari Kabupaten Boven Digoel, sebagai polisi kami berkewajiban mengamankan situasi dimanapun kami berada termasuk ditempat ini, apalagi aksi itu dihadapan Bupati Boven Digoel” imbuhnya.

Suasanapun kembali reda, sesaat kemudian rombongan kepala kampung itu secara berderet-deret langsung diarahkan pendampingnya melakukan boarding untuk menaiki pesawat yang sudah menunggu sejak tadi. Tampak Bupati Boven Digoel Yusak Yaluwo, Sekda Kabupaten Asmat dan beberapa pejabat lainnya mengiringi rombongan aparat kampung itu, dan dengan menggunakan pesawat yang sama mereka berangkat meninggalkan Merauke.

Beberapa jam berselang RJW berusaha menemui CA, salah satu pendemo yang disangka oleh teman kuliahnya sendiri sebagai ‘orang gila’ dihadapan Bupati Boven Digoel tadi. “Saya tidak seperti yang dituduhkan itu, kalau saya gila tidak mungkin saya diterima sebagai mahasiswa yang menuntut ilmu di kampus” jawabnya. CA juga mengaku ia tidak mabuk, dan usai aksi pengamanan yang dilakukan aparat keamanan itu ia langsung pulang dan tidak dibawa oleh aparat kepolisian. “ Kalau anak-anak lainnya mungkin dorang (polisi-red) bawa, kalau saya baik-baik saja disini” sergahnya. **(joe)**

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s