Tujuan-Tujuan Pemekaran Kabupaten Muyu-Mandobo (Muman)

Posted on

Oleh : Ok Anong Man

Pemekaran Kabupaten Muman – akan dilahirkan oleh kabupaten bayi bernama Boven Digoel – adalah sebuah rencana yang diperjuangkan oleh para petualang politik tanpa dukungan rakyat. Mereka memanfaatkan kejahatan lembaga-lembaga perusak rakyat seperti DPRD, DPRP, MRP, TNI-Polri, Gereja, LMA, Organisasi Mahasiswa, Media Massa, dll sebagai jalur resmi untuk menggolkan rencana busuk mereka.

Berdasarkan pengalaman pemekaran kabupaten di Papua, terutama kabupaten Boven Digoel, kita dapat meringkas beberapa tujuan jahat dari pemekaran Muman secara garis besar. Ringkasan ini akan membuka cakrawala berpikir kita untuk lebih mengetahui secara detail, apa tujuan jahat sesungguhnya dari pemekaran, turunan kejahatan tersebut dan apa yang perlu kita lakukan sebagai langkah antisipasi.

Kita memulainya dengan mengemukakan beberapa pernyataan yang merupakan Postulat Sementara. Point-point Postulat Sementara akan diuraikan secara bertahap dengan membahas secara tuntas setiap alasan yang terkait. Pembahasan setiap postulat tersebut bertujuan untuk memperjelas dan mempertajam pikiran, fakta dan mencari realitas sesungguhnya yang terselubung dan tidak diketahui oleh rakyat setempat sebagai sasaran kejahatan ini. Uraian Postulat Sementara akan disebarluaskan setelah point-point Postulat Sementara ini tersebar luas di kalangan publik.

Point-point Postulat Sementara ini diharapkan bisa menjadi wacana awal sebagai bahan diskusi dan pemetaan secara jelas, siapa yang memihak rakyat dan siapa yang berada di barisan para penjahat atau musuh-musuh bersama rakyat Muman. Hal ini mutlak diperlukan sebagai cara agar kita tidak salah menempatkan posisi atau menuduh orang lain hanya karena konflik pribadi soal makan-minum, seks, uang, sentimen marga, sentimen kampung atau konflik nenek moyang soal mas kawin, babi dan batas-batas dusun di kampung.

Postulat Pertama : Pemekaran Kabupaten Muman bukan merupakan aspirasi rakyat setempat. Ia adalah wujud nyata dari perjuangan segelintir petualang politik yang suka menyambung hidup dengan cara memanipulasi pendapat rakyat dan mengatasnamankan mereka dalam setiap kesempatan. Sampai saat ini tidak ada bukti dukungan rakyat atau aspirasi rakyat setempat terhadap rencana ini.

Postulat Kedua : Pemekaran Kabupaten Muman merupakan rencana khusus satuan-satuan TNI yang mengembangkan isu “daerah rawan” atau “daerah merah” untuk menjadikan wilayah Muman sebagai basis Militer di sepanjang garis perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini. Proyek ini menjadi rebutan Kopasus dan Kostrad untuk mengintimidasi rakyat setempat supaya tidak boleh melawan kalau tanah pusaka mereka dicaplok oleh kaum pendatang dengan berbagai tipu daya.

Postulat Ketiga : Pemekaran Kabupaten Muman merupakan strategi Orang Kei untuk kembali menguasai daerah Muman, merusak manusianya sebagai pembalasan dendam karena pada tahun 1960-an mereka pernah diusir oleh Orang Muman dari daerah itu. Picu emosional kelompok parasit asal Muman untuk tujuan ini salah satunya sedang dimainkan oleh Viodorus Silubun melalui berbagai manipulasi hasil Pemilu Legislatif dalam lembaga KPU.

Postulat Keempat : Pemekaran Kabupaten Muman merupakan rencana kelompok parasit asal Muman yang haus jabatan dan kehormatan. Mereka ingin menjadikan Muman dan rakyat setempat sebagai kebun untuk memenuhi semua kebutuhan hidup mereka dengan cara menempel seperti parasit dalam birokrasi pemerintahan, legislativ, swasta dan lembaga swadaya masyarakat atau lembaga-lembaga kajian-pemberdayaan sebagai organ pengelola dampak.

Postulat Kelima : Pemekaran Kabupaten Muman merupakan strategi bisnisman untuk mengembangkan sayap dan cengkeraman kuku bisnis mereka dalam rangka menyedot dana Otsus, DAK dan DAU kedalam saku pribadi dan kelompok mereka. Muman dipastikan akan menjadi sampah berbagai produk luar yang akan mengejar rakyat setempat sampai ke dusun-dusun dan memanipulasi kebutuhan mereka atas produk-produk tersebut untuk selanjutnya membuat mereka tergantung secara permanen.

Postulat Keenam : Pemekaran Kabupaten Muman merupakan langkah Indianisasi atau Aboriginisasi yaitu percepatan proses pemusnahan ras Papua Muman melalui pembukaan wilayah tersebut untuk sepenuhnya diakses dan ditempati oleh kaum pendatang. Langkah ini merupakan program terselubung yang sedang dijalankan secara bebas oleh Neo Kolonialis Rasis Indonesia (NKRI).

Postulat Ketujuh : Pemekaran Kabupaten Muman merupakan bukti nyata ketidakmampuan beberapa birokrat asal suku Muyu yang tidak mampu bersatu dengan saudara-saudara mereka dari suku lain di Boven Digoel. Pandangan Sukuisme dan Individualistik membuat mereka tidak mampu bersatu membangun Boven Digoel secara keseluruhan. Mereka juga terbukti tidak mampu bersaing dalam kancah politik lokal dan daerah karena faktor pembawaan mereka yang pelit, gemar menumpuk kekayaan pribadi, suka bersenang-senang diatas kesulitan rakyat, penakut, bodoh, korup dan nafsu memimpin tanpa kemampuan.

Postulat Kedelapan : Pemekaran Kabupaten Muman merupakan lahan bisnis pribadi Marthinus Torip dan Marselino Yomkondo yang pura-pura konflik di tingkat bawah tetapi selalu akrab dan sama-sama memperkuat bisnis mereka dengan terus memompa isu Pemekaran Kabupaten Muman. Masing-masing kubu mereka bersitegang di Boven Digoel dan Merauke tetapi ke-dua Oknum ini selalu bertemu di Jayapura untuk menyatukan agenda mereka soal bagaimana mendapat uang dari berbagai sumber dan bagaimana menjaga agar keakraban mereka tidak diketahui oleh Rakyat Muman dan para pembantu mereka di tingkat bawah.

Postulat Kesembilan : Pemekaran Kabupaten Muman merupakan cara cuci tangan oleh para Koruptor di Boven Digoel untuk lolos dari jeratan hukum dan amukan massa. Para Koruptor bermaksud mengalihkan perhatian massa rakyat dan mencari tempat baru agar kejahatan mereka dilupakan begitu saja. Mereka ingin menuduh dan meninggalkan semua kejahatan mereka di pundak Bupati Yusak Yaluwo secara pribadi.

Postulat Kesepuluh : Pemekaran Kabupaten Muman merupakan konspirasi pihak asing untuk mempercepat proses perampokan kekayaan alam dengan bersembunyi di balik alasan “Peningkatan Pendapat Asli Daerah”. Pihak Asing sudah lama menunggu wilayah Muman dijadikan kabupaten sendiri agar hasil tambang yang terkandung di dalamnya dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran mereka sendiri dengan meninggalkan limbah, kerusakan alam dan konflik sosial yang berkepanjangan diantara penduduk setempat.***

2 thoughts on “Tujuan-Tujuan Pemekaran Kabupaten Muyu-Mandobo (Muman)

    pratstava said:
    10 Februari, 2010 pukul 3:12 pm

    yang benar akan di balas dengan semua kebaikan.. yang salah akan di balas dengan semua derita yang ada……..
    boven digoel.. tetap jaya….

    Adrianus Tepengim said:
    2 November, 2011 pukul 4:12 pm

    setelah dicermati, bahwa yang berkeinginan untuk merndirikan Kabupaten Muyu adalah mereka yang ingin melihat saudaranya mandiri dan b erdikari. jangan kita ributkan soal itu, yang utama adalah bagaimana kita dapat mensejahterakan masyarakat kita. Karena pada dasarnya pemekaran wilayah atau suatu daerah ad alah untuk memperpendek rentang kendali. Memang disadari betul kalau masyarakat Muyu belum siap untuk itu, tapi bukan berarti mANereka tidsak mampu dalam aspek-aspek kehidupan sosial dan pemerintahan. Untuk itu kami mohon kepada seluruh masyarakat Muyu- Mandobo untuk harus jeli dalam melihat hal ini. Karenna hal ini “BISA MEMBUAT KITA SEJAHTERA DAN MANDIRI JUG A DAPAT MENYENGSARAKAN BAGI MASYARAKATNYA” Pada intinya itu semua untuk kita, untuk rakyat, untuk masyarakat Papua yang ada DI Muman situ.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s