TNI/Polri Pelaku Kejahatan Pelanggaran HAM Utama Di Tanah Papua

Posted on Updated on

Surat Pembaca

Kepada Yang Terhormat: Kaum Pejabat Teras Kab.Boven Digoel,Kaum Intelektual Boven Digoel,Para Akademisi Boven Digoel,dan Para Mahasiswa-Mahasiswi Boven Digoel.

Bukankah anda pernah mendengar suara teriakan dan jeritan orang di hutan belantara Boven Digoel..? jika anda pernah mendengar.., pasti anda mencari dan melihatnya. ketika anda melihat dan mengetahuinya ternyata Bapak, Ibu, Adik, Anak, Om, Tanta dan atau Saudara perempuan mu yang di Siksa, di aniaya, di perkosa dan bahkan dibunuh.

Namun pada saat itu terjadi di depan mata anda tetapi anda memandang sebelah mata saja dan anda sedang menikmati kesenangan politik praktis, kesenangan dalam ruang birokrasi pemerintahan, kesenangan allah akademisionisme, atau kultur allah indonesia. walaupun kejadian kejahatan itu di depan mata anda, namun anda anggap seperti sepintas lewat sambil melihat sebagai suatu hiburan belaka, dan hiburan cerita tidur semata.

Anda harus tahu bahwa didaerah anda masih sangat jelas menyimpan sejuta kejahatan TNI/Polri yang melakukan pelanggaran HAM yang tersimpan rapi dihadapan mata anda. Namun anda sebagai anak asli putra daerah Boven Digoel Secara khusus Distrik Mindiptanah dan Waropko, anda sering lalai membiarkan saja perbuatan kejahatan itu bertumbuh dan meraja lelah dengan subur.

Pertanyaannya, apakah orang tua anda yang melahirkan,membesarkan dan menyekolahkan anda itu, di bantai dan di aniaya bahkan dibunuh ketika itu, namun anda sebagai kaum Intelektual hanya berdiam diri dan terlenah dengan Hawa Nafsu Otsus, dalam birokrasi pemerintahan Neokolonialisme Indonesia…? Apakah anda juga inginkan agar bangsa Papua ras malanesia ini punah lalu tanah leluhur ini di kuasai oleh bangsa Penjajah…?

Kiranya siapapun orang Papua di seantero pulau cenderawasih ini, punya Idiologi yang sama dan punya tekat yang sama yaitu; “Mengusir Penjajah Neokolonialis Indonesia dan kaki tangannya yaitu Kapitalis dari seantero tanah Papua ini”. Maka apapun bentuk kejahatan pelanggaran HAM oleh TNI/Polri di Boven Digoel atau pada umumnya di Papua, siapapun orang papua di Boven Digoel baik Pejabat Teras Daerah, Politisi, Akademisi, Intelektual, Mahasiswa/i dan masyarakat punya tugas dan kewajiban untuk membelah, dan menyuarakan ke publik baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Kita harus ingat bahwa, Tuhan mencipatkan Bumi ini satu saja, dan telah membagikan hak setiap suku bangsa di bumi ini. Maka bangsa lain siapapun tidak mempunyai hak untuk menindas,merampas, membunuh dan menguasai hak milik bangsa lain dengan sengaja melakukan kekrasan. Sehingga Kita sebagai anak bangsa Papua ras malanesia punya kewajiban untuk membelah, dan terus…melawan mengusir Penjajah Neokolonialis Indonesia dari Tanah Warisan Leluhur kita Papua…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s