Di Boven Digoel, Polisi Pakai Pasal 310 dan 311 KUHP Untuk Lindungi Pejabat Korup

Posted on Updated on

Oleh : Tengget Digoel


Tanah Merah Digoel, Bodipost – Pejabat Korup di Boven Digoel, terutama Bupati Yusak Yaluwo dan kaki-tangannya dipastikan akan aman dan selalu lolos dari amukan massa anti-korupsi karena mereka telah membentengi diri dengan Pasal 310 dan 311 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Kedua pasal ini dipakai untuk menangkis setiap keluhan atau sorotan rakyat terhadap praktek korupsi yang merajalela selama ini.

Dengan pasal konyol ini, setiap pembicaraan atau penyebaran informasi terkait korupsi pejabat tertentu akan dianggap menghina (pasal 310 KUHP) dan mencemarkan nama baik (pasal 311 KUHP) pejabat yang bersangkutan.

Polisi di jajaran Polres Boven Digoel dikabarkan telah mendapat bayaran yang tidak sedikit dari Bupati Yusak Yaluwo untuk, menggunakan pasal-pasal busuk ini, memberangus setiap protes terhadap korupsi dan mengikat leher mereka yang menentang korupsi.

Akhir bulan Januari lalu, Polres Boven Digoel memeriksa Makarius Taman, Anselmus Kakorop dan Jack Awe terkait penyebaran SMS atau pesan singkat via telepon seluler yang isinya tentang korupsi di Boven Digoel. Mereka diperiksa sebagai saksi atas pengaduan dari Bupati Yusak Yaluwo yang sempat gelisah dan tidak tidur selama hampir satu minggu ketika membaca pesan singkat itu.

Makarius, Anselmus dan Jack diperiksa sebagai saksi atas apa yang dianggap Polisi sebagai tindak pidana penghinaan dan pencemanaran nama baik Bupati Yaluwo sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310 dan 311 KUHP. Pemeriksaan yang sukses terhadap ketiga orang ini dilanjutkan dengan pemeriksaan yang gagal terhadap Everistus Kayep, seorang Aktivis Papua di Jayapura.

Polisi yang disuruh oleh Kapolres Boven Digoel untuk memeriksa Kayep, Leonard Hermawan (Nomor HP : 085244740851), terpaksa mengurungkan niatnya karena dirinya mendapat teror yang cukup mengerikan dari Mahasiswa dan Mahasiswi Boven Digoel di Jayapura.

Kepada seorang Mahasiswi asal Boven Digoel di Jayapura, Polisi berpangkat Bripda itu akhirnya mengakui dengan jujur bahwa rakyat Boven Digoel memang sedang menderita karena korupsi dana APBD 2007 dan 2008 oleh Bupati Yusak Yaluwo.

“Saya hanya bawahan yang menjalankan perintah, apalah daya saya, tapi kalau bicara fakta, saya akui bahwa memang masyarakat kita disana hancur-hancuran karena korupsi oleh Bupati dan kroni-kroninya yang hidup berpesta-pora setiap hari,” jelas Leonard melalui SMS kepada seorang Mahasiswi Boven Digoel di Asrama Maro Putri, Padang Bulan – Abepura.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s