Yusak Yaluwo + Polres Boven Digoel vs Everistus Kayep + Rakyat Boven Digoel

Posted on Updated on

Oleh : Lanu Maro

Jayapura, Bodipost – Gara-gara SMS bertopik Anti-Korupsi di Boven Digoel, Bupati Yusak Yaluwo memerintahkan Polres Boven Digoel untuk memeriksa Everistus Kayep, seorang Aktivis Papua di Jayapura. Polisi yang disuruh, Leonard Hermawan (Nomor HP : 085244740851), sebelumnya telah memeriksa Makarius Taman dan dua orang rekannya di Tanah Merah Digoel. Mereka diperiksa sebagai saksi atas penyebaran SMS yang mereka anggap menghina Bupati.

Everistus Kayep dalam sebuah E-Mail yang ditujukan ke ribuan jaringan E-Mail pribadi, termasuk Millis Sentral Informasi Mahasiswa Papua yang sempat diterima Blogsite ini, melampirkan Surat Panggilan Polisi dari Polres Boven Digoel terhadap dirinya. Dari Lampiran tersebut, jelas terlihat bahwa Pasal 310 dan 311 KUHP ternyata dipakai untuk melindungi para koruptor.

Surat Panggilan itu bernomor : No. Pol. : SP.Pgl/17/II/2009/Reskrim, Dikeluarkan oleh IPTU Junus Duwila (Kasat Reserse Kriminal) dan diserahkan oleh BRIPDA Leonard Hermawan.

Ketika dikonfirmasi via HP, Kayep mengatakan bahwa dirinya tidak memenuhi panggilan Polisi tertanggal 19 Februari 2009 itu sebagai saksi karena SMS yang sama telah beredar luas dan banyak orang lain yang bisa dipanggil sebagai saksi.

Kayep juga mengaku mendapat masukan dari beberapa sumber terpercaya bahwa statusnya akan berubah menjadi tersangka dengan sejumlah bukti yang telah direkayasa oleh Polres Boven Digoel.

“Di Boven Digoel, kalau anda bicara korupsi, anda akan dianggap telah menghina Bupati Yusak Yaluwo dan Polisi di jajaran Polres Boven Digoel siap mengikat leher anda dengan Pasal 310 dan 311 KUHP,” tulis Everistus Kayep dalam E-Mail yang diterima Sentral Informasi Mahasiswa Papua Rabu (25/01) kemarin dengan catatan waktu : Wednesday, February 25, 2009 1:25 AM.

Kasus korupsi di Boven Digoel memang sulit terungkap karena Bupati Yusak Yaluwo telah membayar Polisi di jajaran Polres setempat untuk memanggil, memeriksa dan mengintimidasi siapa saja yang bicara soal kehidupan rakyat yang hancur berantakan karena korupsi. Bupati dan kaki tangannya hidup makmur di tengah-tengah rakyat yang menderita sama seperti sebuah pulau di tengah-tengah lautan bebas.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s