Kaum Non Papua Kuasai Formasi CPNS Boven Digoel

Posted on Updated on

Oleh : Muineto Mawan

Tanah Merah Digoel, BodiPost – Kekuatiran rakyat Papua tentang salah satu bahaya pemekaran wilayah, bahwa akan terjadi dominasi warga non Papua di segala sektor, baik formal maupun non formal dalam bentuk rasisme vulgar, kini secara pelan tapi pasti mulai terjawab satu per satu.

Buktinya, dalam tes CPNS Formasi 400 orang di lingkungan Pemkab Boven Digoel, ternyata jumlah orang Papua yang diterima cuma sekitar 10% atau hanya 40 orang. Dari 40 orang ini, yang merupakan putra/i asli Boven Digoel cuma 12 orang, sedangkan 28 lainnya berasal dari Papua luar Boven Digoel. Selebihnya, 90% atau 360 orang semuanya berasal dari luar Papua.

Mereka pada umumnya berasal dari Manado, Toraja dan Jawa. Maklum, hampir semua istri pejabat Pemkab Boven Digoel semuanya berasal dari Manado Toraja dan Jawa. Istri Bupati Yusak Yaluwo, Ny. Ester “Lanu” Lambey Yaluwo juga berasal dari Manado.

Dewi Tuak dari Sulawesi Utara yang diberi gelar “Lanu” sebagai bukti eksploitasi mengerikan terhadap sapaan khas suku Wambon ini dikabarkan memainkan peranan yang sangat penting dalam setiap keputusan yang akan diambil oleh Bupati Yaluwo terkait masalah apa saja di Boven Digoel, termasuk dalam penentuan kelulusan testing PNS.

Pengumuman hasil test CPNS yang tidak seimbang ini langsung saja mendapat protes dari rakyat Papua Boven Digoel. Hari ini, Jumat (06/02) sekitar pukul 09.00 WPB, ratusan massa yang dikoordinir oleh Barnabas Kalo mendatangi Kantor Bupati Boven Digoel. Mereka menyatakan ketidakpuasannnya atas hasil seleksi yang kental nuansa rasialnya.

Bupati Boven Digoel, walaupun tidak ada di tempat, dikabarkan menanggapi aksi protes itu secara dingin. “Sekali diumumkan, tetap tidak akan berubah karena mereka yang lolos seleksi juga warga negara Indonesia walaupun bukan pribumi Boven Digoel,” jelas Bupati Yaluwo via Ponsel menanggapi aksi massa.***

2 thoughts on “Kaum Non Papua Kuasai Formasi CPNS Boven Digoel

    anselmus beap said:
    29 Januari, 2015 pukul 12:41 pm

    ae…..knp anak non pribumi 12%sdngkan orang pendatang 99% hal seperti ini tdk di perbolehkan seharusnya sama rata alias samimawon artinya sama-sama atau seimbangan

      anselmus beap said:
      29 Januari, 2015 pukul 12:49 pm

      aeh….knp penerimaan cpns itu di formal itu 12% sedangkan non formal di angkat 99% nah hal seperti ini tdk di perbolehkan seharusnya seibang sama rata 50% artinya 25% itu formal dan non formal 25% harus sama-sama agar tdk mengurangi tingkat pengagguran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s