Sebarkan SMS Soal Korupsi, Bupati Yaluwo Intimidasi Makarius Taman Cs

Posted on Updated on

Oleh : Muineto Mawan

Tanah Merah Digoel, Bodipost – Kasus Korupsi Dana APBD 2007 dan 2008 oleh Bupati Boven Digoel, Yusak Yaluwo dan kaki-tangannya, disinyalir akan tertutup rapat untuk selama-lamanya karena berbagai upaya untuk membongkar kejahatan tersebut terus dihalang-halangi oleh Bupati Yaluwo dan kaki-tangannya dengan berbagai macam cara.

Salah satunya adalah dengan melakukan intimidasi terhadap rakyat Boven Digoel yang diketahui mendiskusikan kasus korupsi ini. Hal inilah yang dialami oleh seorang aktivis KNPI Boven Digoel, Makarius Taman, bersama dua orang rekannya, masing-masing seorang guru SD bernama Anselmus Kakorop dan seorang staf Kantor Bupati bernama Jakobus Awe.

Atas perintah Yusak Yaluwo, ketiga-nya diperiksa oleh Intel Polisi dan Kopasus selama beberapa hari, berturut-turut tanggal 17, 19 dan 21 Januari 2009 di Tanah Merah Digoel.

Mereka diperiksa karena menyebarluaskan SMS berantai yang isinya berupa pemberitahuan kepada publik soal korupsi yang merajalela di kabupaten tertinggal tersebut.

Akibat teror yang luar biasa, Jakobus Awe dikabarkan beberapa kali mengeluarkan air kencing tanpa sadar dalam ruangan pemeriksaan, sebuah kejadian yang membuat Buati Yaluwo tertawa ketika diberitahu oleh Polisi dan Kopasus yang mengintimidasi mereka.

Makarius, Anselmus dan Jakobus akhirnya tidak diperiksa lagi setelah Polisi berhasil mengantongi dua nama yang diduga sebagai penyebar informasi melalui SMS. Kedua nama ini, masing-masing Everistus Kayep dan Kong Tayukbin berdomsili di Jayapura.

Bupati Yusak Yaluwo akhirnya menyogok Polisi dengan uang sebesar Rp. 500.000.000 (Rupiah Lima Ratus Juta) untuk membongkar jaringan SMS Anti-Korupsi yang selalu membuat dirinya tidak bisa tidur nyenyak.

Dengan uang itu, Polisi dari Polres Boven Digoel dan Polsek Mandobo dikabarkan akan terbang ke Jayapura untuk memeriksa Everistus Kayep dan Kong Tayukbin. Polisi yang akan diutus ke Jayapura adalah seorang Polisi bermental Preman bernama Leo (Nomor HP : 085244740851).

Menurut rencana, Leo akan memeriksa Everistus Kayep dan Kong Tayukbin berdasarkan pengaduan dari Bupati Yaluwo dengan alasan pencemaran nama baik.

Sekedar diketahui, rakyat Boven Digoel, terutama warga pribumi, hidup dalam kondisi melarat karena praktek korupsi yang merajalela. “Tetapi rakyat takut merontak, takut bicara korupsi karena Polisi siap menangkap dan mengintimidasi mereka dengan tuduhan mencemarkan nama baik Bupati Yusak Yaluwo,” tutur seorang tokoh pemuda setempat.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s