FAQ Provinsi Papua Selatan

Posted on Updated on

Oleh : MaroNet

FAQ (Frequently Asked Question) atau Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Provinsi Papua Selatan adalah kumpulan pertanyaan dan jawaban seputar rencana pemekaran Provinsi Papua Selatan (PPS). FAQ Papua Selatan ini dibuat sebagai jawaban atas penipuan penguasa terhadap publik di tanah Papua. Bagi anda yang sempat membaca FAQ ini diharapkan untuk menyebarkannya kepada siapa saja, terutama rakyat pribumi Papua Selatan yang tersebar di kabupaten Merauke, Mappi, Asmat dan Boven Digoel. FAQ PPS ini disiapkan oleh Maro-Net. Up Date-nya bisa diakses di Weblog : http://maroke.wordpress.com. Saran dan kritik bisa dikirim via E-Mail ke maronet@gmail.com.  FAQ berikut ini disajikan dalam bentuk Tanya (T) Jawab (J) yang akan dikembangkan secara terus-menerus sesuai dengan opini publik yang dibangun oleh kelompok pendukung PPS.

T: Apa yang dimaksud dengan Provinsi Papua Selatan (PPS)?

J: PPS adalah sebuah provinsi yang menurut rencana akan dibentuk secara terpisah atau dimekarkan dari provinsi Papua. Wilayahnya mencakup empat kabupaten yaitu kabupaten Merauke, Mappi, Asmat dan Boven Digoel.

T: Apa itu pemekaran?

J: Pemekaran berarti pembentukan sebuah wilayah baru.

T: Siapa saja yang memperjuangkan pemekaran PPS saat ini?

J: PPS diperjuangkan oleh kekuatan-kekuatan tertentu yang menjadikan Bupati Merauke Johanes Gluba Gebze sebagai budak mereka. Tampilnya Gebze sebagai pelopor PPS merupakan bukti kamuflase yang sukses dari kekuatan-kekuatan gelap ini.

T: Siapa persisnya kekuatan-keuatan gelap itu?

J : Kekuatan-kekuatan gelap adalah kekuatan tersembunyi yang bekerja untuk menghancurkan rakyat pribumi Papua Selatan. Mereka adalah tangan-tangan tidak keliahatan yang batang hidung mereka akan kelihatan kalau kita menelusuri sepak terjang mereka dari sebuah pohon yang bernama Imperialisme.

T : Bisa dijelaskan secara singkat?

J : Bisa. Kita perlu melihat kejahatan Imperialisme Amerika Serikat dkk. Imperialisme bercokol di lingkaran pemerintahan asing, lembaga-lembaga keuangan internasional seperti IMF, World Bank, Asian Development Bank dan Pemegang Saham di beberapa Multi National Corporation’s dan Trans National Corporation’s. Imperialisme memperbudak pemerintah Jakarta untuk menyediakan legalitas dan jalur birokrasi untuk mempermudah mereka menghisap semua sumber daya alam yang dimiliki oleh Papua Selatan. Mereka juga memerlukan kabupaten Merauke, Mappi, Asmat dan Boven Digoel sebagai sampah berbagai produk moderen mereka yang tidak ramah lingkungan, berpotensi merusak budaya dan meracuni pikiran rakyat pribumi yang masih bersih. Karena rakyat pribumi dihisap maka jelas para penghisap akan memperoleh berbagai keuantungan secara ekonomi yang tidak sebanding dengan apa yang diterima rakyat pribumi.

T : PPS tidak disetujui oleh Gubernur Bas Suebu. Mengapa Suebu bersikap demikian? Apakah karena beliau sayang rakyat Papua Selatan?

J : Untuk selamanya Bas Suebu tidak akan sayang rakyat Papua Selatan. Perhitungan beliau ada pada keuntungan yang diperoleh melalui penghisapan terhadap rakyat Papua Selatan. Kalau PPS jadi, artinya kebun Suebu akan berkurang. Makanya dia pertahankan Papua Selatan dengan alasan SDM belum siap. Karena alasan ini sangat tepat maka tujuan Bas yang sesungguhnya menjadi kabur dan rakyat yang polos tetap tidak tahu.

T : Mengapa Suebu bisa sekejam itu padahal dia pernah berjanji dalam kampanye Pilkadasung lalu bahwa ia akan memerdekakan Papua setelah terpilih jadi Gubernur?

J : Memang Suebu pernah kampanye secara terselubung bahwa Papua akan merdeka setelah dia jadi Gubernur. Tapi itu hanyalah taktik kampanye. Dia tahu persis bahwa mayoritas rakyat Papua menginginkan kemerdekaan Papua. Karena itu beliau memakai isu ini hanya untuk mencari suara. Rakyat Papua Selatan jangan lupa bahwa Orang Sentani penjual tanah ini sekarang sedang tertawa kalian. Dia bilang dalam hati : “mampus! satu kosong untuk kamu orang selatan!”.

T : Tadi dijelaskan tentang kekuatan-keuatan gelap yang memperbudak Gebze. Kita tahu bahwa banyak kaki tangan Gebze yang membantu beliau menjalankan kejahatan ini. Bisa dijelaskan?

J : Gebze bekerja tidak sendirian. Dia memakai para Akademisi Universitas Cenderawasih yang bersarang di Fisip Uncen dan Democratic Center. Tugas Akademisi ini adalah mengkaji Papua Selatan dengan barometer kampus dan memberi bobot ilmiah atau bobot akademik terhadap rencana pemekaran PPS agar kejahatan ini bisa diterima oleh kalangan intelektual lain sebagai sesuatu yang sejalan dengan ilmu pengetahuan dan peradaban manusia. Kita dengan mudah bisa lihat bahwa Mohamad Abud Musa’ad sebagai dosen Fisip Uncen dan Pemimpin Democratic Center selalu ikut serta dalam Tim Pemekaran PPS. Kelompok lain yang membantu Gebze adalah Majelis Rakyat Papua, khususnya mereka yang pernah menolak PPS secara terang-terangan di Media Massa. Penolakan mereka ternyata hanyalah taktik cari makan saja. Buktinya, mereka yang pernah ribut menolak PPS di media massa saat ini sedang berjuang untuk mewujudkan PPS karena mereka dibayar oleh bupati Gebze. Anggota MRP dipakai untuk memberi bobot kultural terhadap kejahatan ini dengan maksud untuk membentuk persepsi publik bahwa PPS sejalan dengan pembagian kultur bangsa Papua. Gebze juga dibantu oleh TNI/Polri. Saat ini TNI-Polri sedang mengintimidasi rakyat Papua Selatan supaya jangan menolak pemekaran PPS. Kampanye PPS juga dibiayai oleh beberapa pengusaha di Pusat, Provinsi maupun di kabupaten Merauke, Mappi, Asmat dan Boven Digoel.

T : Dalam membujuk rakyat dimana-mana, penguasa biasanya menggunakan berbagai tipuan. Adakah bahasa-bahasa tipuan yang dipakai untuk menipu rakyat Papua Selatan?

J : Memang itu lazim terjadi. Supaya rakyat bisa secara membabi-buta mendukung kejahatan penguasa maka mereka harus ditipu. Bahasa-bahasa yang sering digunakan adalah bahasa yang sudah tidak asing lagi di telinga kita semua. Gebze berkampanye bahwa PPS adalah untuk memperpendek rentang kendali pelayanan pemerintah, untuk membuat rakyat sejahterah, untuk meningkatkan SDM, meningkatkan taraf hidup, dlsbnya. Kampanye seperti ini sangat penting karena hanya dengan penipuan seperti ini, rakyat bisa memberikan dukungan mereka. Intinya rakyat harus ditipu supaya mereka mendukung kejahatan ini. Selanjutnya kalau mereka merontak karena ditipu, Polisi dan Tentara sudah siap sedia untuk mengintimidasi mereka, menangkap mereka, bahkan menghabisi mereka kalau terus menuntut keadilan.

T : Mengapa kampanye bohong dari Gebze bisa tersebar luas?

J : Tidak ada cara lain untuk menyebarluaskan kejahatan ini sehingga menjadi opini publik selain melalui media massa. Gebze memanfaatkan media massa yang memang selama ini berfungsi sebagai corong kejahatan penguasa. Rakyat Papua sudah tahu bahwa media massa di Papua hampir semua mengabdi pada kejahatan penguasa. Tugas media adalah menyebarluaskan pikiran dan tipuan pejabat, memoles kejahatan ini dengan bahasa yang indah dengan maksud agar rakyat menelan mentah-mentah tanpa berpikir dua-tiga kali. Sekali baca, langsung telan dan percaya. Corong kejahatan yang selalu dipakai oleh Gebze adalah RRI Merauke, SKH Cenderawasih Pos dll. Media-media ini tidak pernah memuat berita yang berimbang atau pro rakyat karena memang tujuan pendirian media ini adalah untuk membantu penguasa menindas rakyat Papua.

T : Siapa yang akan diuntungkan kalau terjadi pemekaran PPS?

J : Untuk menjawab pertanyaan yang maha penting ini, kita mesti melihat kenyataan yang ada sekarang ini. Coba kita lihat IJB. Janji borjuis Papua atau kapitalis birokrat lokal terutama Bram Atururi bahwa nanti rakyat pribumi sejahtera setelah IJB jadi provinsi ternyata omong kosong belaka. Kita bisa cek sama kawan-kawan asal Sorong atau Manokwari. Mereka akan jelaskan bahwa kehidupan rakyat pribumi memang babak belur dibawah pemekaran. Kita lihat contoh di Mappi, Asmat dan Boven Digoel yang konon rakyatnya akan sejahtera setelah pemekaran kabupaten. Setelah daerah-daerah ini dimekarkan menjadi kabupaten administrativ pada tahun 2003 dan defenitif melalui pemilu 2004, rakyat pribumi justru babak belur. Kesulitan hidup dialami oleh rakyat justru setelah pemekaran kabupaten : semua harga kebutuhan pokok melambung, biaya pendidikan dan kesehatan melambung, biaya transportasi naik secara tidak normal, dstnya. Pengalaman pemekaran kabupaten yang membuat kita sengsara seharusnya dijadikan contoh hidup dan bahan pelajaran yang sangat berharga bahwa pemekaran dalam tingkatan apa saja sebenarnya tidak akan membuat rakyat sejahtera. (Bersambung)

3 thoughts on “FAQ Provinsi Papua Selatan

    pedro said:
    6 Desember, 2010 pukul 5:59 am

    Setelah membaca FAQ, saya melihat bahwa PPS ini didalangi oleh pihak ketiga yg notabene menjadikan diktator Gluba sebagai motor penggerak. Sebenarnya banyak pro dan kontra juga. Saya termasuk orang yang kontra dgn PPS karena secara mental kita belum siap apalagi dengan adanya diskriminasi terhadap suku2 asli di selatan yg dihembuskan oleh sang diktator sendiri (sangat disayangkan jg penyangkalan terhadap saudara2nya). Kalau dilihat ini lingkaran setan kaum penguasa sebagai ladang padi (tong tra pu gandum jd) di selatan.

    pedro said:
    6 Desember, 2010 pukul 6:03 am

    sekarang lagi trend dgn istilah “PATIPA” alias Papua Tipu Papua, jangan sampai semua ini explotasi rakyat papua utk kepentingan kaum penguasa yg notabenex orang papua jg.

    Elsa Irianja said:
    10 Desember, 2010 pukul 4:10 am

    Ini sebenarnya betul atau tidak saya kurang percaya dengan itu semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s