Miras Legal & Ilegal Sama-Sama Merusak Orang Papua Tapi Kenapa Polisi Hanya Larang Miras Ilegal?

Posted on Updated on

Oleh : Tim Kontak (KONTAK No. 01 Bulan Juli 2007)

JAYAPURA, JULI 2007 — SALAH SATU Tujuan busuk diedarkannya Minuman Keras Beralkohol (Miras) di tengah-tengah Masyarakat Papua adalah untuk menghancurkan fisik dan mental Bangsa Papua secara sistematis sehingga Bangsa Papua akan menjadi sebuah Bangsa yang Impoten secara intelektual, sosial, politik, budaya dan ekonomi diatas Planet Bumi. Apabila tujuan ini tercapai, maka tanah Papua dengan mudah akan dikuasai oleh bangsa-bangsa Ekspansionis-Imperialis (Indonesia, AS, Australia, Inggris, Korea Selatan, China, Jepang, Israel, Imperium Timur Tengah, dkk) yang selama ini hidup bahagia diatas penderitaan Orang Papua karena secara sistematis mengeksploitasi kekayaan alam Papua, membantai manusianya seperti binatang (melalui tangan TNI/Polri dan Konseptor Pembangunan) dan berhasil menutup sekaligus mengabadikan segala kejahatan mereka dengan berbagai Ajaran Agama Asing, Isu HAM & Demokrasi versi Imperialisme, Bantuan-Bantuan Asing melalui Organ Pengelola Isu & Dampak (LSM), Undang-Undang & Peraturan bernuansa Rasisme, Kesepakatan Internasional mengenai Status Politik Tanah Papua yang mereka buat sendiri serta Dukungan Diplomatik (terhadap keutuhan wilayah NKRI) yang sejalan dengan tujuan eksploitasi.

Pengedar utama Miras di seluruh pelosok Tanah Papua adalah Pengusaha Indonesia yang memasok berbagai jenis Miras dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Pemerintah Indonesia yang bercokol di Tanah Papua secara sadar mendukung peredaran Miras di tengah-tengah masyarakat Papua dalam bentuk Legitimasi Hukum (Peraturan Daerah yang biasa disahkan oleh para anggota DPRP/DPRD pilihan Rakyat Papua dalam setiap Pemilu Legislatif). Dukungan lainnya diberikan dalam bentuk penyediaan jaringan bisnis Pengusaha Indonesia yang sudah begitu mengakar, menggurita di Tanah Papua. Sebagaimana diketahui, gurita bisnis Pengusaha Indonesia telah berhasil mengepung Rakyat Papua dari segala arah maupun kelas sosial. Sebagai imbalannya, Pemerintah Indonesia yang berkuasa atas tanah Papua menerima keuntungan berupa Pajak dari Pengusaha Miras plus keuntungan terselubung lainnya yakni penghancuran fisik dan mental Bangsa Papua sebagaimana disinggung pada paragraf pertama. Pajak Miras (dan Pajak lainnya) kepada Pemerintah Indonesia sangat berguna karena Pajak inilah yang akan dipakai untuk memperkuat cengkeraman NKRI atas Tanah Papua dalam bentuk pembayaran gaji TNI/POLRI yang menjaga Perusahaan Asing, melindungi warga Non Papua dan Pejabat Papua Korup di seluruh Tanah Papua, membayar gaji aparatur pemerintah dan juga secara khusus membayar gaji Polisi yang menyiksa Orang Papua kalau kedapatan mabuk. Peredaran Miras model ini terjadi secara Legal atau Resmi.

Selain diedarkan secara Legal, Miras juga diedarkan secara Ilegal. Berbeda dengan peredaran secara Legal, peredaran Miras Ilegal sama sekali tidak menghasilkan Pajak secara resmi kepada Pemerintah Indonesia. Bahkan, peredaran Miras Ilegal turut memperlambat dan mengurangi pajak kepada Pemerintah Indonesia yang dihasilkan oleh Miras Legal. Inilah alasan paling mendasar, mengapa Pemerintah Indonesia di Papua selalu melarang pengedaran Miras Ilegal yang dipasok dari luar Papua, termasuk Saguweer, Sophi, Air Nenas, Wati dan Naga yang dibuat secara lokal oleh masyarakat Papua. Larangan peredaran Miras Ilegal sama sekali tidak bertujuan untuk mencegah rusaknya fisik dan mental Orang Papua, tetapi semata-semata hanya demi keuntungan Pengusaha Miras Legal dan jumlah Pajak yang menjadi hak Penguasa. Buktinya bisa ditunjuk langsung! Kapolresta Jayapura AKBP Robert Djonsoe, atas perintah Polda Papua, sebagaimana diberitakan berbagai Koran Lokal yang terbit di Jayapura akhir-akhir ini mengatakan bahwa dirinya akan bekerjasama dengan Instansi terkait dan Pemkot Jayapura untuk meningkatkan pengawasan di Pelabuhan Laut Jayapura karena tempat tersebut merupakan jalur utama pasokan Miras Ilegal dari luar Papua.

Tindakan Kapolresta dan bahasa yang ia keluarkan terbukti sangat munafik. Sebagaimana dilansir Harian Bisnis Papua Edisi Jumat, 6 Juli 2007 Hal. 2, pria Manado ini mengatakan bahwa “Dengan adanya ketertiban seperti itu agar daerah ini menjadi aman dan kondusif, bebas dari minuman keras. Sudah cukup orang mati gara-gara minuman keras, ketegasan ini harus kita terapkan kembali”. Inilah bahasa penipuan dan pembodohan publik secara massal di zaman terbuka saat ini, karena seolah-olah hanya Miras Ilegal yang merusak Orang Papua. Padahal, Miras Legal dan Ilegal sama-sama berfungsi untuk merusak bangsa Papua. Kata-kata Djonsoe rupanya tidak main-main, karena Polisi telah memperketat sweeping di Pelabuhan Laut Jayapura kepada setiap penumpang yang tiba dengan Kapal Putih. Pernyataan dan tindakan Djonsoe bisa dianalisa lebih lanjut! Ia (dan institusi Kepolisian) bertujuan untuk mengamankan bisnis Miras Legal, agar Pajak yang dibayarkan kepada Penguasa tetap lancar, aman, tepat waktu dan tidak berkurang. Sebagai seorang polisi, ia juga menggantungkan hidupnya kepada Pajak yang didapat dari jual-beli Miras di tengah-tengah masyarakat Papua. Pajak, seperti telah disinggung pada bagian terdahulu, bertujuan untuk memperkuat kedudukan penjajah di Tanah Papua.

Secara terselubung, Polisi juga bertujuan untuk memupuk tindak kriminal di tengah-tengah masyarakat Papua agar tercipta citra buruk bahwa bangsa Papua adalah bangsa biadab yang perlu dididik oleh bangsa lain yang beradab, yakni Indonesia, melalui Implementasi ideologi Pancasila. Dengan penipuan Djonsoe, kiranya menjadi jelas bagi setiap Orang Papua, bahwa larangan peredaran Miras Ilegal tidak bertujuan untuk memperbaiki kondisi buruk mereka dibawah siraman Alkohol. Bangsa Papua adalah sebuah Bangsa yang sudah menjadi target pemusnahan oleh bangsa-bangsa Ekspansionis-Imperialis (Indonesia, AS, Australia, Inggris, Korea Selatan, China, Jepang, Israel, Imperium Timur Tengah, dkk) dan salah satu cara yang dipakai adalah dengan mengedarkan Miras secara Legal maupun Ilegal. Oleh karenanya, setiap upaya Pejabat Indonesia untuk membatasi peredaran Miras Ilegal harus dilihat sebagai upaya cari makan dan operasi perlindungan terhadap peredaran Miras Legal. Tugas Bangsa Papua saat ini adalah bagaimana melepas ketergantungan terhadap Miras karena Tanah Papua akan jatuh ke tangan bangsa-bangsa Ekspansionis-Imperialis dalam waktu dekat. Ingatlah bahwa bangsa-bangsa Ekspansionis-Imperialis selalu mengatakan bahwa Tanah Papua adalah milik mereka yang sedang dijaga oleh Bangsa Papua.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s