Dua Warga Papua Kena Racun Di Boven Digoel

Posted on Updated on

Oleh : Mearfe K. Wendanak – AMP News Report

Tanah Merah Digoel, 28 September 2007, AMPNewsReport – BERITA TENTANG Upaya Pemusnahan Rakyat Papua melalui peracunan makanan, peracunan minuman, peracunan sumber air dan peracunan rokok (Biomiliterisme) yang sejak beberapa bulan lalu beredar melalui SMS, kini menjadi nyata. Setelah terjadi peracunan di beberapa daerah seperti Jayapura, Jayawijaya, Nabire dan Yahukimo, kejahatan tersebut kembali muncul di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, dengan modus operandi yang sama. Korbannya adalah seorang guru bernama Simson Samakory (48 thn) dan seorang siswi SMU bernama Yohana Arupkon (18 thn).

Peracunan terhadap Simson Samakory terjadi pada hari Senin Malam, 24 September 2007 di Kilometer 1, Kampung Persatuan, Distrik Mandobo, Tanahmerah. Saat itu ia membeli eceran rokok Surya dari Kios milik pedagang asal Toraja bernama Ronald. Setelah menghisap rokok tersebut, ia merasa mual, alergi dan kejang-kejang. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapat pertolongan medis.

Warga setempat yang sudah mengetahui informasi rencana peracunan Orang Papua, secara spontan mendatangi pedagang tersebut pada malam hari, sekitar pukul 21.30 WPB untuk meminta penjelasan. Namun, lima Anggota Polisi secara tiba-tiba muncul dari segala arah kemudian mengancam dan mengintimidasi warga dengan menggunakan Sangkur.

Melihat tindakan Polisi yang semakin brutal dan mengganggu ketertiban masyarakat itu, warga mulai mengejar Polisi. Dua Anggota Polisi langsung kabur dengan menggunakan sepeda motor, satu Anggota Polisi lari tunggang-langgang menyelamatkan diri sedangkan dua yang lainnya berhasil dikeroyok warga hingga babak belur. Saat ini, salah satu korban pengeroyokan sedang dalam keadaan kritis di Rumah Sakit setempat.

Korban lainnya adalah Yohana Arupkon. Peracunan terhadap dirinya terjadi pada hari Rabu, 26 September 2007. Ia membeli Roti dari sebuah Kios milik Keluarga Haji Jalil di Wet, Kampung Sokanggo, Distrik Mandobo, Tanahmerah. Setelah memakan Roti, korban merasa mual, kejang-kejang, alergi dan muntah. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapat pertolongan medis. Ketika keluarga korban dan warga menuju Kios untuk meminta keterangan dari Pedagang Roti beracun, ternyata Polisi sudah mengamankan Kios dan Pedagang tersebut.

Indikasi Keterlibatan Polisi

Keterlibatan Polisi dan Intelijen Pembunuh terindikasi dari beberapa fakta, pertama, Informasi tentang rencana peracunan terhadap Orang Papua sudah beredar sejak akhir bulan Juni 2007 dan keracunan mulai terjadi secara sporadis di seluruh Papua sejak awal bulan Agustus 2007; kedua, Untuk kasus peracunan di Tanahmerah Digoel ini, beberapa anggota Polisi selalu mendatangi beberapa kios, termasuk kios milik Ronald dan Keluarga Haji Jalil.

Ketiga, Saat warga mendatangi kios milik Ronald, Polisi sudah mengintip dari tempat persembunyian mereka di sekitar kios dan tiba-tiba muncul dari segala arah dan mulai mengancam warga dengan sangkur; keempat, Polisi melindungi pedagang di kedua Kios tersebut dan sebaliknya, mengintimidasi warga; kelima, Polisi dan Rumah Sakit bekerjasama untuk tidak mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap korban, dengan demikian, jenis racun belum diketahui sampai saat ini.

Keenam, Polisi memutarbalik fakta di Media Massa untuk menutupi kejadian yang sebenarnya dan mengelabui Rakyat Papua di daerah lain. Tujuannya untuk mematikan perasaan senasib-sependeritaan diantara orang Papua sehingga peracunan di Tanahmerah akan dianggap sebagai masalah orang Boven Digoel. Contohnya, pemberitaan di SKH Cepos Edisi 25 September 2007 berjudul : “Kapolresta: Mengapa Tidak Lapor ke Saya : Soal Isu Teror yang Menimpa Albert Rumbekwan”. Informasi soal peracunan di Boven Digoel dalam berita tersebut sama sekali tidak benar dan merupakan penipuan public secara massal. Di sana tidak disebutkan soal ancaman Polisi terhadap warga dengan sangkur, soal kios-kios yang secara rutin dikunjungi oleh Polisi dan Intelijen dari berbagai Kesatuan (Polisi, BIN, TNI). Pemberitaan juga tidak menyebutkan upaya Polisi untuk melindungi pedagang tersebut.

Situasi Terakhir

Pasca Peracunan terhadap Simson Samakory dan Yohana Arupkon, Rakyat Papua di kota Tanahmerah tidak merasa nyaman karena Polisi dan Intelijen Indonesia dari berbagai kesatuan terus melakukan operasi patroli setiap malam. Mereka melancarkan terror sambil mencari para pelaku pengeroyokan terhadap dua anggota Polisi yang sedang dirawat di Rumah Sakit. Mereka juga membagi jadwal untuk melindungi semua kios milik warga pendatang. Informasi yang diperoleh AMPNewsReport dari sumber terpercaya di lingkungan Rumah Sakit adalah bahwa Polisi dan Intelijen Indonesia dari berbagai kesatuan terus mengintimidasi Dokter, Suster dan Para Medis lainnya agar tidak boleh memberikan keterangan hasil pemeriksaan dokter kepada keluarga korban. Polisi juga sedang berusaha mendekati beberapa tokoh masyarakat dan membayar mereka agar bisa menenangkan masyarakat dan tidak boleh mempercayai SMS tentang rencana pemusnahan Orang Papua. Tindakan Polisi ini sangat mengganggu ketenangan Rakyat Papua karena mereka sudah tidak bebas diatas tanah leluhur sendiri. Yang lebih mengerikan, mereka juga terus menakut-nakuti warga pendatang, bahwa warga pendatang akan diserang oleh Orang Papua. Akibat terorisme ini, para pedagang terpaksa membayar Polisi untuk menjaga keamanan mereka.

2 thoughts on “Dua Warga Papua Kena Racun Di Boven Digoel

    […] senapan mesin. Di Boven Digoel, sebuah wilayah yang rakyat pribuminya pernah menjadi sasaran Operasi Biomiliterisme, sejak tiga bulan terakhir ini beredar sebuah minuman beralkohol dengan nama […]

    […] senapan mesin. Di Boven Digoel, sebuah wilayah yang rakyat pribuminya pernah menjadi sasaran Operasi Biomiliterisme, sejak tiga bulan terakhir ini beredar sebuah minuman beralkohol dengan nama […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s